Monday, July 15, 2024
BerandaBerita Utama28 Rumah Warga Terdampak Tanah Bergerak dan Longsor di Kabupaten Bandung Barat...

28 Rumah Warga Terdampak Tanah Bergerak dan Longsor di Kabupaten Bandung Barat Segera Direlokasi

progresifjaya.id, KAB. BANDUNG BARAT – Terjadi bencana alam pergerakan tanah dan tanah longsor di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Roggga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Mengenai hal tersebut, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan merelokasi rumah warga yang terdampak maupun terancam fenomena pergerakan tanah.

Sebagai informasi, melansir dari BPBD Kabupaten Bogor, tanah bergerak merupakan perpindahan massa tanah atau batu pada arah tegak, mendatar, atau miring dari posisi semula. Gerakan tanah mencakup gerak rayapan dan aliran maupun longsoran.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, di daerah tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi oleh warga. Maka dari itu akan dilakukan relokasi.

Berdasarkan hasil kaji cepat, saat ini ada 28 rumah yang sudah pasti direlokasi karena memang terdampak dan berada di zona merah rawan pergerakan tanah. Walau demikian, menurut Suharyanto tak menutup kemungkinan ada penambahan jumlah rumah yang harus direlokasi hingga 40-50 rumah.

“Untuk yang langsung harus direlokasi ada sebanyak 28 rumah. Tetapi tentu saja ada potensi-potensi sebanyak 40-50 rumah penduduk yang harus direlokasi ke tempat yang baru,” jelasnya, dikutip dari website resmi Pemerintah Jawa Barat, jabarprov.go.id, Rabu (6/3/2024).

Dalam tahapan proses relokasi rumah warga tersebut, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk asesmen lokasi mana yang paling direkomendasikan.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, mulai dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat dan seluruh unsur forkopimda lainnya akan menyediakan lahannya dan proses pendataan lebih lanjut.
Hingga hari ini, kata Suharyanto, fokus utama dari penanganan darurat adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat. Ada 192 warga yang mengungsi. Tentu saja BNPB memberikan bantuan untuk memastikan para pengungsi ini terpenuhi kebutuhan dasarnya,” tuturnya.

Guna memberikan dukungan kepada warga terdampak maupun Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, BNPB telah menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp 250 juta berikut beberapa jenis logistik dan peralatan.

Adapun rinciannya meliputi makanan siap saji 250 paket, sembako 250 paket, biskuit protein 250 paket, hygine kit 250 paket, matras 250 lembar, selimut 250 lembar, air mineral 250 dus, tenda pengungsian 2 unit, tenda keluarga 50 unit dan kasur lipat 100 unit.

Lebih lanjut, Suharyanto juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan lain berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan harus bertahan sementara di pengungsian.
Adapun besaran DTH yang akan diberikan bernilai Rp 500 ribu untuk tiap-tiap Kepala Keluarga. DTH ini nantinya dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara sambil menunggu rangkaian proses pemulihan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.

“Per KK akan diberikan bantuan dana tunggu perumahan sebesar Rp 500 ribu yang dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, pada 19 Februari 2024, terjadi pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Roggga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejak saat itu para warga meninggalkan rumahnya.

Sebanyak delapan rumah, satu sekolah, serta satu posyandu rusak akibat pergerakan tanah. Selain ambruk, sebagian rumah juga terangkat karena permukaan tanah menjadi bergelombang.

Jalan kampung tersebut juga ambles dengan kedalaman sekitar dua sampai empat meter. Total ada 48 kepala keluarga atau sekitar 192 jiwa yang rencananya bakal direlokasi.

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru