Tuesday, July 23, 2024
BerandaHukum & Kriminal5 Terdakwa Kasus Korupsi Pemeliharaan Jalan di Kota Tasikmalaya Divonis 2 Tahun...

5 Terdakwa Kasus Korupsi Pemeliharaan Jalan di Kota Tasikmalaya Divonis 2 Tahun Penjara

progresifjaya.id, BANDUNG – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis hukuman masing-masing 2 tahun penjara terhadap 5 orang terdakwa kasus korupsi proyek pemeliharaan Jalan Sule Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Vonis majelis hakim yang diketuai Agus Komarudin dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Rabu, 19 Juni 2024, sore.

Dalam uraian vonisnya, majelis hakim menyebutkan berdasarkan fakta dan keterangan saksi dipersidangan, menyatakan bahwa para terdakwa tidak terbukti melakukan korupsi sebagai mana dakwaan jaksa penuntut umum pasal 2  ayat 1.Jo pasal 18 UU Tipikor dakwaan Primair.

Namun dalam amar vonisnya, majelis hakim menyatakan para terdakwa telah terbukti melakukan korupsi sebagaimana dakwaan subsidair Pasal 3 Jo pasal 18 UU Tipikor.

“Menyatakan terdakwa Agus Zenny dan Rismadiyar dengan hukuman selama 2 tahun penjara,” ujar Ketua majelis hakim.

Sementara dalam berkas terpisah, Ir Yopan Sopian dan Dandan Fariz, ST., serta Medi Hendrawan, ST., jjuga dijatuhi hukuman masing-masing selama 2 tahun penjara.

Vonis majelis hakim yang diketuai Agus Komarudin tersebut berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Tasikmalaya yang menuntut para terdakwa pertama, Agus Zenny dan Rismadiyar sebagai kontraktor dituntut masing-masing selama 5 tahun penjara dan dituntut membayar denda masing-masing Rp 200 juta jika denda tidak dibayar diganti hukuman selama 12 bulan.

“Sementara untuk terdakwa Agus Zenny juga dihukum untuk membayar uang pengganti senilai Rp.245 juta, apabila tidak dibayar,harta bendanya akan disita, jika tidak mencukupi maka hukuman ditambah selama 2 tahun,” ujar JPU saat membacakan tuntutannya.

Sementara itu dalam berkas terpisah Ir Yopan Sopian dan Dandan Fariz, ST., sebagai konsultan pengawas pekerjaan, masing-masing dituntut 4 tahun hukuman penjara dengan denda masing-masing Rp 200 juta jika tidak dibayar hukum ditambah selama 12 bulan.

Kemudian untuk terdakwa Medi Hendrawan, ST., yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dituntut 4 tahun hukuman penjara dan denda Rp.200 juta jika tidak dibayar diganti hukuman selama 12 bulan.

Para terdakwa dinyatakan Jaksa Penuntut Umum Kejari kota Tasikmalaya telah terbukti melakukan korupsi dalam proyek pemeliharaan Jalan Sule Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Terhadap vonis hakim tersebut JPU menyatakan pikir-pikir begitu juga dengan tim penasehat hukum para terdawa juga menyatakan pikir-pikir.

“Terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim, kita pikir-pikir dulu apakah menerima atau banding,” ujar Bambang selaku penasihat hukum terdakwa Agus Zenny dan Rismadiyar.

Usai sidang, Bambang Lesmana kepada eartawan di PN Bandung menyatakan bahwa, majelis hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap para terdakwa berpedoman kepada hasil perhitungan kerugian negara BPK  sebesar Rp. 410 juta dan kerugian negara tersebut telah dibayar oleh Agus Zeni waktu penyidikan.

“Karena hasil audit BPK adalah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang undangan dan sesuai den sesuai dengan Yurisprudensi MA,” jelasnya.

Sementara kerugian negara, kata Bambang, yang dikeluarkan oleh Polban dan Audit Internal Kejaksaan Tinggi di tolak oleh majelis hakim.

“Kami selaku penasihat hukum terdakwa Agus Zenny dan Rismadiar menilai vonis yang dijatuhkan terhadap klien kami cukup adil. Hanya saja tuntutan JPU yang menurut kami terlalu  berlebihan,” ujar Bambang. (Yono)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru