Wednesday, May 29, 2024
BerandaBerita UtamaAdy Setiawan Tanggapi Santai Isu Kabar Mundur sebagai Dirut Perumdam TDA Indramayu

Ady Setiawan Tanggapi Santai Isu Kabar Mundur sebagai Dirut Perumdam TDA Indramayu

progresifjaya.id, INDRAMAYU – Beredar isu kabar mundurnya Ady Setiawan sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu Jawa Barat per tanggal 1 Agustus 2024.

Saat dikonfirmasi, Ady Setiawan menanggapinya dengan santai isu kabar miring itu. Bahkan ia tidak terpengaruh dengan tulisan yang dimuat oleh salah satu media di Indramayu.

Justru dirinya memandang bahwa tulisan itu adalah cerminan sikap pribadi si penulis terhadap keberadaan Ady Setiawan ini selalu taat regulasi dan mengabdi dengan ikhlas.

“Masalah berita itu saya sih biasa-biasa saja. Bahkan, saya menanggapinya dengan santai. Itu cerminan dan sikap pribadi si penulis terhadap keberadaan saya yang selalu taat dan ikhlas dalam menjalankan tugas sebagai pejabat di BUMD,” ujar Ady Setiawan saat meluruskan isu berita tersebut kepada wartawan, Senin (13/5)

Dirut Ady Setiawan juga menceritakan, bahwa waktu dulu dirinya mengundurkan diri dari Dirut PDAM Jember karena terjadi agency konflik yaitu suksesi KPM (Kuasa Pemilik Modal).

Bahkan, ia memilih untuk mengkondusifkan friksi internal PDAM Jember yang terbelah karena beda dukungan. Maka Ady Setiawan memilih untuk mundur dengan maksud memberikan kesempatan kepada Bupati Jember saat itu mengkonsolidasikan internal dan beliau ikhlas demi kepentingan perusahaan dan masyarakat.

Terkait namanya yang tercantum sebagai anggota Satgas BPR KR saat itu karena PDAM yang dipimpinnya memiliki tagihan atau sebagai deposan yang belum cair?

Ia menyatakan dirinya tidak terlibat pengambilan keputusan status BPR. Menurut Ady lagi, apa yang dialami BPR juga sesuai regulasi perbankkan.

Sementara itu perihal dirinya mencalonkan sebagai kandidat Bakal Calon Wali Kota Semarang Jawa Tengah, Ady menjelaskan, itu murni dorongan masyarakat dan utamanya dukungan dari para Kiai terlebih kedua orang tuanya.

Tak hanya itu, dorongan dan dukungan juga datang dari teman-teman sekolahnya karena mereka melihat Ady Setiawan punya kapabilitas tetapi selalu diganggu oleh segelintir masyarakat yang berbeda visi dengannya. Salah satunya, Ady Setiawan digugat di PTUN, dilaporkan ke polisi terkait KTP yang pisah KK maka orang tuanya merasa iba dan menyuruhnya pulang kampung dan mengabdi di kampung tempat kelahirannya.

“Nama saya ramai di Kota Semarang masuk dalam kandidat bacawali itu karena dukungan dari masyarakat dan para Kiai juga orang tua saya. Karena selama saya bertugas di PDAM Indramayu seringkali terusik oleh segelintir orang yang ingin menjatuhkan reputasi saya, maka saya diminta untuk pulang kampung, “ungkap Ady Setiawan yang akrab dipanggil Mas Wawan.

Kendati orang tua, masyarakat dan para Kiai meminta dirinya untuk pulang kampung, namun Ady Setiawan tetap selalu mentaati aturan dan loyal dengan perintah dan petunjuk atasan.

Ady Setiawan memilih tetap menuruti perintah orang tuanya dan memilih diam bertahan dan fokus bekerja serta taat regulasi, tetap siap dan setia dengan pimpinannya.

“Saya masih patuh terhadap pimpinan meskipun orang tua, para Kiai dan masyarakat memintanya agar saya kembali ke kampung halaman. Saya bukan tipe orang yang ingin lepas dari tanggung jawab, makanya saya selalu mengikuti perintah dari pimpinan,” tegasnya. (Eka)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru