Monday, July 22, 2024
BerandaHukum & KriminalAniaya Terduga Narkoba Hingga Tewas, AKP Suhartono Divonis 3,6 Tahun Penjara

Aniaya Terduga Narkoba Hingga Tewas, AKP Suhartono Divonis 3,6 Tahun Penjara

progresifjaya.id, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan penjara kepada oknum Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Suhartono, Kamis, (28/3) kemarin. AKP Suhartono dianggap terbukti   bersalah turut serta menghilangkan nyawa Dul Kosim, terduga kasus narkotika. Dul Kosim diketahui meninggal dunia setelah dianiaya sejumlah oknum Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur, Gatot Ardian yang didampingi Hakim Anggota, Rudi Rafly Siregar mengatakan, terdakwa terbukti menyuruh dan melakukan perbuatan tersebut. Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan agar terdakwa Suhartono  menjalani penahanan.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 3 tahun 6 bulan. Terdakwa tetap ditahan,” tegas Gatot Ardian dalam amar putusannya.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp5m000.

Mendengar vonis penjara selama 3,6 tahun,  terdakwa dengan tegas menyampaikan banding kepada majelis hakim. Pernyataan sikap itu diutarakan oleh terdakwa Suhartono di Ruang Sidang Purwoto.

Saya banding yang mulia,” ucap terdakwa.

Untuk diketahui, dalam berkas perkara terpisah, tujuh terdakwa lainnya untuk kasus ini sudah dituntut  5 penjara oleh JPU. Pekan depan, ketujuh terdakwa akan kembali menjalani persidangan dengan agenda nota pembelaan atau pleidoi di PN Jakarta Timur.

Ketujuh terdakwa lainnya di kasus pembunuhan ini adalah Franz Enrico Sitorus, Jati Arya Utama, Edwan Purwanda Heru Saputra, Yongki Pratama, Abriyansyah, Ahmad Jais dan Ripki Permana.

Kematian Dul Kosim sempat diungkapkan oleh saksi-saksi di pengadilan. Dul Kosim ditangkap di Jakarta Utara pada Sabtu sore, 22 Juli 2023 sekitar pukul 16.30 WIB.

Pada saat dilakukan penangkapan terhadap Dul Kosim, polisi tidak menemukan barang bukti berupa narkotika dengan jenis sabu-sabu.

Tempat tinggal Dul Kosim ketika itu juga sempat digeledah oleh petugas namun kembali tidak ditemukan narkoba.

Dul Kosim juga sempat dibawa oleh para oknum polisi tersebut ke Asrama Polairud, Cilincing, Jakarta Utara. Di lokasi ini, Dul Kosim diinterogasi dan pukul oleh para oknum polisi.

Dul Kosim juga dianiaya oleh oknum polisi di bilangan Posko Cipinang, Jakarta Timur hingga diketahui meninggal dunia.
Mayatnya kemudian dibuang ke jurang di daerah Cimahi, Jawa Barat. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru