Thursday, June 13, 2024
BerandaBerita UtamaAnies Teken 7 Poin Kontrak Politik dengan Jejaring Rakyat Miskin Indonesia dan...

Anies Teken 7 Poin Kontrak Politik dengan Jejaring Rakyat Miskin Indonesia dan Urban Poor Consortium

progresifjaya.id, JAKARTA – Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan meneken kontrak politik dengan Jejaring Rakyat Miskin Indonesia (Jerami) dan Urban Poor Consortium (UPC), Senin (29/1/2024).

Mereka yang meneken kontrak politik itu merupakan perwakilan UPC dan 8 koordinator perwakilan Jerami di tujuh provinsi, antara lain Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta, Forum Komunikasi, Jaringan Udeep Beusaree, Komite Perjuangan Rakyat Miskin Makassar, Jaringan Rakyat Kecil Kota Palu, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, Jerami dan UPC adalah teman-teman seperjuangan ketika ia masih bertugas di DKI Jakarta. Anies menyebut, warga miskin di DKI Jakarta akan melakukan perubahan. Kontrak politik yang diteken oleh Anies bukan hal baru.

“Dulu tahun 2017, kita juga pernah tanda tangan kontrak politik. Waktu itu bersama JRMK. Kontrak politik waktu itu kita kawal sama-sama sampai kita bisa laksanakan sama-sama,” ujar Anies ketika berorasi.

Ia menambahkan bahwa negara harus hadir untuk membesarkan yang kecil dan menyelamatkan yang tertindas. Selain itu, negara juga harus memberikan kepastian hukum bagi tanah-tanah di Indonesia.

“Banyak yang sampai saat ini masih memerlukan kepastian status tanah. Betul? Sudah ditinggali puluhan tahun. Saya sering kali bilang begini, negara ini sering kali tidak adil. Yang besar-besar dapat tanahnya gampang. Sampai ribuan hektare. Ada juga yang punya tanah luar biasa banyak,” tutur dia menyentil Prabowo Subianto.

Sementara, negara terkesan pelit terhadap rakyat kecil yang membutuhkan tanah tidak banyak. “Sering yang kecil itu dianggap seolah-olah bukan warga negaranya sendiri,” katanya.

Tujuh Poin Kontrak Politik

Lebih lanjut, Anies meneken kontrak politik di hadapan warga miskin kota dan sejumlah caleg dari Partai Buruh. Berikut tujuh poin di dalam kontrak politik tersebut:

1 Reforma agraria perkotaan

2 Koperasi sebagai basis ekonomi kerakyatan

3 Penguatan dan perlindungan ekonomi formal

4 Jaminan sosial menyeluruh bagi rakyat miskin

5 Penguatan peran sosial, ekonomi, dan politik perempuan miskin

6 Pendidikan berkelanjutan

7 Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

Sebagai imbal baliknya, Jerami dan UPC berjanji akan membantu pemenangan Anies-Muhaimin.

“Jadi, kami ingin nanti melakukan reformasi supaya masyarakat yang hari ini memiliki permasalahan tanah di kawasan perkotaan-perkotaan bisa diselesaikan. Bisa punya permukiman yang layak, bisa tinggal dengan tenang dan bisa menyiapkan masa depan dengan baik,” kata Anies.

Hal tersebut, ujar Anies, sesungguhnya tidak rumit. Tapi, membutuhkan keputusan.

Lantaran sebelumnya sudah mengenal baik Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), maka Anies yakin bisa menang besar di TPS di seluruh DKI Jakarta. Ia pun mengajak masyarakat untuk berjuang bersama.

“Siap ya untuk bekerja bareng-bareng ya? Berarti, Jakarta harus menang besar. Semua daerah-daerah di perkotaan, kita semua harus menang. Yang menang adalah perubahan,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Oleh sebab itu, Anies mengatakan, kehadirannya di area Jakarta Utara tersebut lantaran ingin mendorong barisan perubahan semakin rapat. “14 Februari Insya Allah jadi hari perubahan Indonesia,” ujarnya lagi.

Sementara, di acara kampanye di Jakarta Utara, warga menyerahkan donasi dana yang disebut sebagai ‘Koin Perubahan.’ Dana yang disumbangkan dimasukan ke dalam wadah lalu diserahkan ke Anies.

Salah seorang perwakilan warga memberikan uang saweran yang selama ini disimpan di ember kepada Anies. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerima dana sumbangan swadaya dari masyarakat dengan wajah berseri-seri. Anies pun mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan donasinya. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru