Wednesday, June 19, 2024
BerandaBerita UtamaAnies Tutup Debat Capres Selipkan Bahasa Maluku: Mari Katong Lakukan Perubahan

Anies Tutup Debat Capres Selipkan Bahasa Maluku: Mari Katong Lakukan Perubahan

progresifjaya.id, JAKARTA — Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan menutup Debat Capres Kelima sekaligus terakhir pada Pilpres 2024 dengan seruan untuk perubahan sambil menyelipkan bahasa Maluku.

“Mari katong lakukan perubahan,” kata Anies dalam pidato penutup Debat Capres Kelima, Minggu (4/1/2024).

Adapun, Anies menyelipkan kata ‘Katong’ yang bahasa Maluku dan sebagian besar Indonesia Timur berarti ‘Kita’. Dalam hal ini, dia menegaskan bahwa perubahan mesti dijujung dimulai dari peran negara yang hadir perasaan welas asih atas penderitaan rakyat.

Dia pun menyoroti ketimpangan dan ketidakadilan yang masih dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, Anies menanamkan pesan bahwa negara hadir untuk membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar dan menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat.

“Selama satu tahun lebih kami berkeliling Indonesia berjumpa dengan jutaan rakyat mereka datang bukan mengharap bayaran mereka datang membawa harapan mereka menginginkan ada perubahan kondisi hidup yang lebih baik bisa lebih makmur,” ujarnya.

Anies dan Cawapres-nya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berjuang untuk perubahan agar masyarakat miskin tak lagi mengkhawatirkan masa depan anaknya karena bantuan negara.

Menurut Anies, perjalanan kampanye yang dilakukannya merupakan perjalanan spriritual, di mana setiap jabat tangan dan pelukan rakyat membawa pesan dari rakyat yang merindukan keadilan di Indonesia.

“Kami tahu Tuhan yang Maha Kuasa Allah SWT menginginkan kekuasaan yang welas asih yang cinta kasih karena itu kami yakin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa Allah SWT akan memberikan kekuasaan pada yang dikehendaki,” tuturnya.

Dia bercerita, perjalanan nya selama mencalonkan diri sebagai Capres membawanya bertemu dengan banyak orang-orang yang bertugas di lapangan seperti TNI, polisi, ASN.  Dia berterima kasih atas perhatian dan pengabdiannya dan berjanji untuk memberikan kehidupan yang lebih baik setiap tahun mendatang.

“Kita juga menyaksikan ada yang menolak ini, yang hidup dari ketimpangan ini, yang justru merasakan kekuasaan dari ketimpangan ini, itu yang akan kami lawan tapi kami tidak melawan dengan kebencian kami tidak melawan dengan rasa ketidaksukaan,” jelasnya.

Anies pun mengakui bahwa banyak cobaan yang dihadapinya untuk melakukan perubahan. Dirinya pun berjanji tidak akan melawan hal tersebut dengan kekerasan. Hal itu menurutnya sesuai dengan arti dalam pepatah dalam Bahasa Jawa yakni “suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti”.

“Bahwa segala hal angkara murka akan kalah oleh kebaikan. Merah Putih di atas semuanya, penghormataan kepada kebhinekaan akan menghantarkan kita kepada yang kita ikhtiarkan menjadi Indonesia yang cerdas, sejahtera dan sehat,” pungkasnya. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru