Friday, July 19, 2024
BerandaTNI/PolriAntisipasi Konflik Haruku, Pangdam Langsung Bertemu Tokoh Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama

Antisipasi Konflik Haruku, Pangdam Langsung Bertemu Tokoh Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama

progresifjaya.id, MALUKU – Kondisi di lokasi terjadinya bentrokan dua warga Desa Ori dan Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa (25/1) kemarin, sudah berangsur kondusif saat bertemu dengan sejumlah Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang ada di Maluku hari ini Rabu (26/1/2022) di Lobby Makodam.

Kodam XVI/Pattimura juga telah memberikan perbantuan terhadap pihak kepolisian. Pangdam juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga wilayah agar tetap kondusif.

Kodam Patimura juga telah mengirimkan pasukan lansung ke tempat kejadian dibawah pimpinan Dandim 1504/Ambon bersama Kapolres Ambon untuk mengambil langkah langkah guna meredam konflik di Kepulauan Haruku.

Pangdam juga berharap seluruh masyarakat yang ada di Maluku tidak ada lagi yang terlibat dan dapat menahan diri untuk tidak terpengaruh dengan adanya Konflik ini.

“Berikan kepercayaan kepada aparat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan langkah-langkah terbaik,” himbau Pangdam.

Sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Pangdam, Ketua Sinode GPM, Pdt Elifas Maspaitella mengatakan, sebagai pimpinan umat beragama dan seluruh masyarakat tetap tenang dan berkonsolidasi agar peristiwa di Maluku pada tahun 1999/2000 tidak terulang kembali.

“Kita sudah banyak belajar dari peristiwa itu, untuk itu, maka saya  mengajak kita semua sama-sama melihara perdamaian dalam persaudaraan sejati di Maluku,” pungkasnya.

Sekertaris MUI Provinsi Maluku, Dr H Abdul Hadji Latuconsina menyampaikan, bahwa selaku tokoh agama, dirinya juga menyatakan bahwa konflik tersebut bukanlah masalah agama seperti yang diberitakan, karena itu, simbol-simbol keagamaan jangan disalahgunakan.

“Konflik tersebut bukanlah masalah agama seperti yang diberitakan. Simbol-simbol keagamaan jangan disalahgunakan,” tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, agar masyarakat Maluku bisa menahan diri dan mendukung TNI-Polri untuk menyelesaikan masalah yang terjadi tersebut.

Turut hadir, perwakilan dari Gereja Khatolik, Pastor Ricardus Nono Sukirno, perwakilan Walubi Maluku, Wilhelmus W dan perwakilan dari PHDI Maluku, Dr I Wayan Sutapa, serta tokoh masyarakat lainnya.

Sumber: Pendam

Editor: Eben

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru