Wednesday, June 19, 2024
BerandaBerita UtamaBapanas Gandeng KUD Karya Simpati Desa Munjul Jaga Pasokan dan Harga Melalui...

Bapanas Gandeng KUD Karya Simpati Desa Munjul Jaga Pasokan dan Harga Melalui Gerakan Pangan Murah

progresifjaya.id, CIANJUR – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Simpati Desa Munjul, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di lapangan samping KUD tersebut, Senin (5/2/2024).

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program Bapanas. Produk pangan yang dijual meliputi beras, minyak, gula, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, ayam, daging, dan produk pangan lainya. Gerakan Pangan Murah menyediakan bahan pangan dibawah harga pasar yang bertujuan sebagai stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Kegiatan GPM ini dihadiri oleh, Bapanas Pusat, dari provinsi, dari kabupaten seperti, Diskominfo, Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian Perkebunan Pangan Dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Forkopimda.

Bapanas bersama KUD Karya Simpati menggelar Gerakan Pangan Murah

Pada kesempatan itu, Direktorat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Pieter Sinaga mengatakan bahwa, kegiatan GPM ini sangat penting untuk membantu meringakan masyarakat.

“Tentu seperti yang saya sampaikan tadi, gerakan pangan murah ini sangat penting dan sangat diperlukan di masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi kami, artinya kita mau menunjukkan bahwa pemimpin itu adil,” ujarnya.

Menurut Pieter, inflasi masih relatif tinggi, tetapi sekarang sudah mulai turun termasuk pangan. Jadi untuk menjaga inflasi, menjaga daya beli masyarakat, pihaknya hadir di masyarakat untuk menyediakan pangan langsung di masyarakat yang diakses.

“Termasuk program-program yang yang sudah kita lakukan seperti SPHP, kemudian bantuan pangan dan lain-lain. Masyarakat bisa datang langsung di lingkungan mereka tidak perlu jauh-jauh untuk membeli pangan dengan harga murah,” jelas Pieter.

Dirinya pun berharap, ini bisa dilakukan secara masif, pemerintah daerah provinsi, kabupaten, kota, melaksanakannya lebih banyak. Artinya, tidak tergantung di pusat juga, tetapi seluruhnya dari pusat sampai daerah semakin masif dilaksanakannya di wilayah masing-masing. Sehingga, wilayah cakupannya untuk bisa menghadirkan pangan di masyarakat itu bisa lebih luas.

Ia pun mendukung dengan kegiatan ini, dan memberikan apresiasi kepada Ketua KUD Karya Simpati. Pasalnya setelah tidak berjalan selama 23 tahun, saat ini dihidupkan dan akan dibangkitkan kembali.

Sementara itu, Ketua KUD Karya Simpati, Kapten Infanteri Purnawirawan Icang Suryana saat diwawancarai awak media mengungkapkan pengalamannya sewaktu menjabat kepala koperasi di Pusdikif.

“Alhamdulillah saya mendapatkan amanah untuk memajukan KUD ini, karena telah tidak berjalan sudah lama. Dan saat ini KUD yang berjalan ada 8 dari 35 KUD yang ada,” tambahnya.

Icang pun menambahkan bahwa, dirinya sangat kecewa. Pasalnya, Ia sudah mengundang Kepala Desa Munjul dan 5 kepala desa lainnya serta pejabat Kecamatan Cilaku, akan tetapi tidak ada satupun yang hadir di acara kegiatan gerakan pangan murah di lapangan samping KUD.

Sambung Icang, dirinya berharap, agar KUD Karya Simpati mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah melalui dinas terkait. (Firman Muliadi)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru