Tuesday, April 23, 2024
BerandaBerita UtamaBELAJAR DARI KASUS REMPANG

BELAJAR DARI KASUS REMPANG

Oleh: DR.Drs.Mukhtadi El Harry,MM.M.Sc. (Pemerhati Masalah Sosial)

Ada pertanyaan yang berkecamuk dari pikiran seorang anak bangsa, atas timbulnya gejolak di Rempang, bukankah akan di bangun pabrik kaca terbesar ke 2 di dunia, dengan investasi yang sangat tinggi, kenapa hal ini tidak di sambut suka cita penuh bangga oleh masyarakat Rempang khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Mari kita analisis dari kaca mata awam

Pembangunan di segala bidang adalah amanat konstitusi, menjadi tanggung jawab kita bersama khususnya pemerintah untuk mewujudkan konstitusi tersebut.

Namun akhir akhir ini dirasa hampir setiap langkah pemerintah ada kecenderungan di reject bahkan menimbulkan kontroversi yang berkepanjangan.

Sebenarnya ada apa dibalik ini semua ..?

Banyak kasus kalau ditulis namun akan memenuhi halaman, maka  penulis fokus ke kasus Rempang saja.

Sepertinya perlu menyamakan pemikiran bahwa membangun dalam segala aspek itu untuk kepentingan bersama untuk kemajuan bangsa dan negara hal ini sesuai amanat konstitusi  UUD 1945 dan Pancasila.

Intinya potensi SDA (Sumber Daya Alam) yang cukup banyak harus diberdayakan, tapi karena kita tidak punya cukup modal dan tekhnologi, maka perlu kerja sama dengan pihak lain dalam hal ini investor yang tentunya harus saling menguntungkan

Dalam membangun tentunya harus melibatkan masyarakat khususnya daerah terdampak dalam hal ini masyarakat di Rempang.

Masyarakat Rempang bukannya di gusur tapi di ikutkan, tanahnya yang selama ini secara turun temurun didiami bukan diambil alih begitu saja dengan kompensasi seadanya, namun  dinilai sebagai saham.

SDM (Sumber Daya Manusia)nya dipekerjakan sesuai keahlian dan dididik ditingkatkan sehingga pada akhirnya bisa ada alih tekhnologi.

Ini juga yang disebut pembangunan berdasarkan Pancasila

Potensi SDA (Sumber Daya Alam) yang ada harus di berdayakan demi sebesar besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Karena kita tidak cukup modal dan tekhnologi, kita bisa mengundang investor, dengan catatan saling menguntungkan

SDM dalam hal ini Rakyat harus dilibatkan, diberdayakan sehingga ada peningkatan kualitas hidup, ada lapangan kerja, ada pertumbuhan ekonomi ada alih tekhnologi ada  peningkatan pendapatan negara, ujungnya ada pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan.

Tentang pemukiman bukan digusur tapi di tata ulang dan tetap menjadi bagian yang terintegrasi  dari proyek tersebut

Insya Allah kalau konsep seperti ini yang dilakukan oleh Pemerintah, rakyat bukan hanya senang tapi bangga dan mendukung apapun yang dilakukan pemerintah Karena ujungnya demi kemajuan pertumbuhan perkembangan dan  kesejahteraan bangsa dan negara.

Tap kenapa akhir akhir ini  hampir selalu ada rejeck dan kegaduhan, karena terindikasi kebijakannya untuk kepentingan tertentu.

Marilah kita kembali ke pada tujuan awal kita berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4.

Salam Sukses untuk kita semua.

Sepertinya urusan Rempang perlu melibatkan para pakar nih he…he….(*)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru