Minggu, November 28, 2021
BerandaBerita UtamaBenarkah Bupati & Wakil Bupati Indramayu Sedang Tidak Akur?

Benarkah Bupati & Wakil Bupati Indramayu Sedang Tidak Akur?

progresifjaya.id, INDRAMAYU – Isu yang beredar di publik belakangan ini santer terdengar bahwa hubungan antara Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Wakil Bupati (Wabup) Lucky Hakim sedang tidak akur.

Desas-desus yang kian berkembang di kalangan masyarakat itu, diperkuat dengan adanya kejadian pada momen Paripurna DPRD dalam rangka HUT Ke-494 Indramayu beberapa waktu lalu.

Saat itu, Lucky Hakim tidak duduk di bangku bersebelahan dengan Bupati, melainkan malah duduk bersama jajaran Forkopimda.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan Basari yang juga partai pengusung Wabup.

Ia mengatakan bahwa terjadi miss komunikasi diantara keduanya.

“Saya lihat memang tidak akur (Nina Agustina dan Lucky Hakim), karena mungkin ada ketidaksepahaman. Sesungguhnya ini terjadi akibat miss komunikasi saja diantara Bupati dengan Wabup,” kata Kasan Basari saat dikonfirmasi usai giat konsolidasi partai di salah satu hotel di Indramayu, Sabtu (23/10/2021).

Akan tetapi, menurut Kasan, hal tersebut terjadi bukan sebagai bentuk pendzoliman Bupati kepada wakilnya.

“Jangan sampai nanti masyarakat terbawa arus dan salah menafsirkan,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa akibat dari hubungan yang kurang harmonis antara Bupati dan wakilnya ini, mengganggu berjalannya proses pemerintahan di Kabupaten Indramayu.

“Pasti terganggu, karena mengurus Kabupaten bukan area yang wilayahnya hanya 4 kecamatan, ini kan ada 31. Artinya kita butuh ada semacam pemikiran-pemikiran yang sama antara Bupati dan Wabup. Akan tetapi sekarang ini sudah terjadi miss komunikasi, mungkin sudah tidak lagi satu frekuensi, ya gimana,” tuturnya.

“Harapan saya sih tetap kembali menjadi satu untuk menunaikan tugas sebagai pengemban amanat masyarakat dan menunaikan apa yang sudah dijanjikan. Tapi ketika kemudian ini tetap berlanjut perpisahan katakanlah dalam memimpin pemerintahan karena ini sikap politik yang diambil oleh Bupati dan Wabup, ya saya hormati juga,” lanjut Kasan.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Indramayu yang juga anggota DPRD Jawa Barat ini juga mengaku sudah melakukan upaya agar hubungan keduanya membaik.

“Saya sudah undang Wabup dalam rangka menurunkan tensi kemarahan Bupati. Saya minta untuk cooling down, jangan memanggil amarah Bupati. Ketika Mas Lucky diam, saya akan coba melakukan pendekatan dengan Ibu (Nina Agustina), kita mencari benang merahnya seperti apa,” ujarnya.

Kasan juga mengira bahwa hubungan tidak akur itu terjadi diduga akibat masalah personal atau konflik politik.

“Saya pikir personal, akibat mungkin kurang pekanya Mas Lucky terkait adanya konflik politik yang dibangun. Sementara, konflik itu diawali oleh internal partai sendiri antara pengusung dan yang diusung, kemudian Wabup masuk dalam putaran itu,” pungkasnya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi kebenaran perihal isu tersebut via pesan aplikasi di hari yang sama, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim menyangkal.

“Tidak benar,” tulisnya singkat.

Selanjutnya, dipertanyakan tentang adakah kemungkinan pada Pilkada 2024 mendatang Wabup akan maju sebagai Bupati melalui PDI Perjuangan?

Dia juga menjawab dengan singkat. “Tidak juga,” sembari membubuhkan sebuah imoticon 😀 .

Sementara itu, Nina Agustina, Bupati Indramayu ketika dihubungi untuk diwawancara melalui aplikasi pesan tidak merespon atau membalas.

Penulis: Eka

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru