Saturday, May 25, 2024
BerandaBerita UtamaBendera Israel Dicopot di Inggris dan Diganti Bendera Palestina

Bendera Israel Dicopot di Inggris dan Diganti Bendera Palestina

progresifjaya.id, JAKARTA – Setelah penyerangan yang dilakukan oleh Hamas ke wilayah Israel, bendera Israel yang dipasang di Balaikota Sheffield, Inggris dicopot dan digantikan dengan bendera Palestina.

Penggantian bendera itu dilakukan oleh dua pria warga Inggris. Pencopotan bendera Israel itu terjadi pada, Rabu 11 Oktober 2023.

Setelah dicopot, kedua pria itu merobek dan membuang bendera Israel tersebut dan menggantinya dengan bendera Palestina.

Pencopotan bendera Israel itu disaksikan puluhan bahkan ratusan warga setempat, dan bertepuk tangan sambil bersorak-sorai.

Peristiwa itu beredar dan viral di media sosial ditengah meningkatnya eskalasi militer antara Palestina dan Israel.

Keduanya mengenakan penutup kepala dan memanjat gedung Balaikota tersebut.

Selama aksi tersebut, orang orang yang berada di halaman gedung memberikan dukungan.

Mereka bersorak ” River to the sea’ Palestina will be free,  ketika berhasil mengibarkan bendera Palestina.

Dua pria itu kemudian meninggalkan Balaikota Sheffield.

Diketahui sebelumnya, pemerintah Inggris telah menyatakan dukungan untuk Israel.

Keputusan mengibarkan bendera Israel di Balaikota Sheffield itu dibuat setelah mendapat perintah dari Pemerintah Pusat Inggris.

Pendukung Palestina melakukan unjuk rasa didepan Balaikota itu pada, Selasa 10 Oktober 2023, sebelum menganti bendera Israel dengan bendera Palestina.

Diketahui Hamas Palestina melakukan serangan mengejutkan ke wilayah Israel melalui jalur Gaza pada  Sabtu 7 Oktober 2023.

Dukungan kepada Palestina tak hanya dari warga Inggris, tetapi juga terjadi di Amerika.

Meski pemerintah Amerika menyatakan dukungan terhadap Israel, namun rakyat Amerika justru melakukan pesta atas penyerangan yang dilakukan Hamas Palestina.

Adapun sejumlah Negara yang dengan tegas menyatakan dukungan atas perlawanan penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina itu antara lain, Rusia, Iran, Cina, Korea Utara, Turki, Taliban, dan tentara Hisbullah , Mesir dan Kerajaan Saudi Arabia. Bahkan sejumlah umat Yahudi justru mendukung Palestina.

Disisi lain, Parlemen Israel menyalahkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu atas serangan Hamas tersebut. Parlemen Israel menuding Netanyahu yang kerap kali menyerang warga sipil Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa. (Zul)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru