Sunday, July 21, 2024
BerandaBerita UtamaBPBD Lebak Salurkan Bantuan 16 Ribu Liter Air Bersih di Kecamatan Sajira

BPBD Lebak Salurkan Bantuan 16 Ribu Liter Air Bersih di Kecamatan Sajira

progresifjaya.id, LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyalurkan air bersih sebanyak 16 ribu liter untuk  tiga desa akibat terdampak fenomena el nino atau kekeringan.

Kepala BPBD Lebak  Febby Rizky Pratama berharap pendistribusian air bersih itu bisa meringankan beban masyarakat yang dilanda krisis air bersih.

“Pendistribusian air bersih untuk tiga Desa tersebut antaranya Desa Sukarame, Calung Bungur dan Desa Pajagan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak,” kata Febby di kantornya, Kamis (14/9/2023)

Ia menjelaskan, kekeringan yang dihadapi masyarakat setempat sudah berlangsung dua pekan terakhir akibat kondisi sumur bawah tanah dan sumber mata air sudah kering akibat kemarau panjang.

“Kami berharap bantuan air bersih sebanyak 16 ribu liter/desa itu dapat mencukupi kebutuhan wudhu, mandi, cuci dan kakus (MCK) selama tiga hari ke depan,” ujar Febby.

Menurut dia, sejak ditetapkan status darurat kekeringan kini setiap hari BPBD memasok air bersih ke 51 desa di 20 kecamatan secara bertahap.

Febby memperkirakan krisis air bersih bisa meluas jika kemarau terus berlangsung sampai Oktober mendatang.

“Sementara air bersih di Kecamatan Rangkasbitung  masih dinyatakan aman lantaran masih terlayani air PDAM dan sumber mata air bawah tanah pun masih mengalir walaupun tidak begitu besar,” sebutnya.

Dampak fenomena el nino ini bukan saja krisis air bersih namun berdampak terhadap lahan seluas 266 hektare sawah juga melanda kekeringan dan 1.1/2 hektare dinyatakan gagal panen.

Hal ini menyebabkan petani merugi sehingga berdampak terhadap harga beras yang terus melambung.

“(Adanya) lahan terdampak kekeringan itu, pemerintah terkait berupaya (menjalankan) sistem buka tutup irigasi. Tujuannya agar lahan yang ada bisa tersalurkan air bahkan pemerintah  berupaya pengadaan pompanisasi terhadap Balai Besar agar lahan sawa dan tanaman padi bisa dipanen,” tukasnya.

Secara terpisah Sulitini, warga Lewi keranji, Rangkasbitung, menuturkan harga beras yang terus melambung sudah sangat memberatkan.

“Saya berharap agar pemerintah bisa mengadakan pasar murah,” tuturnya.(Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru