Friday, July 19, 2024
BerandaHukum & KriminalBuronan Nomor 1 Thailand yang Ditangkap Polri Bos Narkoba Jaringan Internasional

Buronan Nomor 1 Thailand yang Ditangkap Polri Bos Narkoba Jaringan Internasional

progresifjaya.id, JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri menyatakan  buronan nomor 1 Thailand, Chaowalit Thongduang alias Paeng adalah bos narkoba jaringan internasional Myanmar-Thailand-Australia. Diduga kuat Chaowalit dibantu kaki tangannya untuk hidup di Indonesia selama pelarian.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada dalam pernyataan resminya saat jumpa pers, Minggu, (2/6) menjelaskan, selama di Indonesia Chaowalit Thongduang memakai nama Sulaiman. Dijelaskannya, nama tersebut dipakai karena yang bersangkutan membuat KTP di wilayah Aceh.

“Pasti dicari nama yang sesuai dengan kondisi wilayah, kan. Walaupun di Indonesia bisa berlaku di manapun juga, tapi kalau menggunakan KTP asli dan menggunakan nama biasa yang digunakan oleh masyarakat Aceh, itu artinya menjadi bagian dari upaya dia untuk menyamarkan,” terang Komjen Pol Wahyu Widada.

Dikatakannya lagi, untuk proses pembuatan KTP palsu tersebut Chaowalit dibantu perempuan WNI berinisial FS yang sekarang juga sudah diamankan polisi.

“Yang membantu buronan untuk membuat identitas palsu berupa KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran sebagai penduduk Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh adalah seorang perempuan dengan inisial FS. Dalam melakukan aksinya tersebut, FS dibantu oleh seorang berinisial U,” ujarnya lagi.

“Namanya juga seorang mafia, pasti punya kaki tangan. Nah dia bisa menggerakkan, termasuk juga mempersiapkan pelarian itu kan tidak mudah. Kalau tidak ada yang membantu pasti tidak mungkin dia bisa lari, keluar dari penjara. Semua sudah dipersiapkan segala perlengkapan segala peralatan untuk bisa kabur sampai ke Indonesia menggunakan speedboat 200PK dan menepi di Aceh pada 8 Desember 2023,” dia menambahkan.

Dikatakannya,  kaki tangan Chaowalit besar kemungkinan yang mengirimkan sejumlah uang untuk biaya hidup selama pelarian Chaowalit di Indonesia. Uang itu dikirim ke rekening atas nama Sulaiman, yang merupakan nama samaran Chaowalit selama bersembunyi di Indonesia.

Uang yang dikirim dari Thailand itu yang dipakai Chaowit untuk kehidupan sehari-hari, termasuk pindah tempat, sewa apartemen dan biaya perjalanannya.

Chaowalit ditangkap di sebuah apartemen di Kecamatan Badung, Bali pada Kamis, (30/5) lalu. Penangkapan dipimpin Kepala Bagian Kejahatan Internasional (Kabag Jianter) Divhubinter Polri, Kombes Audie S Latuheru.

Penangkapan ini dilakukan setelah Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri mendapatkan permintaan dari otoritas Thailand untuk membantu melakukan pencarian terhadap Chaowalit. Permohonan dilayangkan setelah napi kasus penembakan itu terlacak kabur ke Indonesia.

Komjen Pol Wahyu juga menjelaskan, upaya Chaowalit masuk ke Indonesia melalui jalur laut dibantu WNI berinisial ES yang merupakan pemilik jasa sewa kapal untuk masuk ke Indonesia. Chaowalit menempuh waktu 17 jam dengan kecepatan speedboat 17 knot dari perairan La-ngu Thailand hingga tiba di perairan Aceh, Indonesia.

Selain ES, polisi juga mengamankan 7 orang WNI lainnya yang terkait  dengan pelarian dan pemalsuan identitas serta bagaimana Chaowalit bertahan hidup di Indonesia.

Ke 7 WNI itu adalah T sebagai sopir ojek online, W pegawai konter HP, A sopir taksi online, SA teman kencan, EA teman dari SA, TA agen jasa pengiriman uang, dan FS yang membantu proses pembuatan KTP palsu Chaowalit dengan nama samaran Sulaiman. Saat ini Polri masih melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk mengambil keterangan dari para saksi. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru