Monday, June 24, 2024
BerandaBerita UtamaCatatan Akhir Tahun F-PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta

Catatan Akhir Tahun F-PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta

Ketua F-PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono (Baju Putih), saat menyampaikan catatan alkhir tahun, di di Creative Hall, MBLOC Space, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021) lalu.

Banyak Program Untuk Masyarakat Jakarta Tidak Dijalankan Anies !  progresifjaya.id,  JAKARTA,- F-PDI P DPRD DKI Jakarta (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi  Daerah Khusus Ibukota Jakarta)kritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.  “Banyak program yang berdampak langsung kepada masyarakat Jakarta tidak dijalankan dengan baik”.

Hal ini diungkapkan,  Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, dalam Laporan Akhir Tahun Fraksi PDI Perjuangan yang digelar di Creative Hall, MBLOC Space, Kebayoran Baru, Selasa (21/12/2021).

Lebih lanjut disebutkannya, seperti program Normalisasi Sungai, Rumah DP Rp 0, dan Oke-Oce, ketiganya belum mampu direalisasikan Anies , tahun ini masih tetap jalan di tempat, tutur, Gembong Warsono.

Gembong  menambahkan, hingga akhir tahun 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak melakukan normalisasi atau pun naturalisasi sungai sama sekali, padahal program ini berdampak besar terhadap penanggulangan banjir di Ibu Kota.

Menurutnya, justru program sumur resapan yang menelan anggaran hingga mencapai Rp411 miliar pada tahun 2021, pembangunan itu tidak memperhatikan aspek teknis, sehingga menghancurkan fasilitas umum di lokasi tersebut.

Disisi lain, terkait dengan rumah DP Rp 0 hingga tahun 2021 ini yang terealisasi hanya sebanyak 967 unit saja, ini hanya mencakup 0,3% dari total target di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), bahkan untuk program Oke-Oce yang diklaim Gubernur DKI Jakarta berhasil, ternyata dari jumlah 281.812 UMKM yang diklaim berhasil dicetak tersebut adalah mereka yang sekedar mendaftar di website Jakpreuner, dimana dari total jumlah tersebut, baru sekitar 6.000 UMKM yang berhasil mendapatkan akses permodalan.

Selain ketiga program itu, masih banyak program-program prioritas lainnya tidak dijalankan seperti Pembangunan LRT, rehabilitasi total bangunan sekolah dan lain-lain.

“Kami rasa, tahun 2021 ini Bapak Gubernur kehilangan fokus untuk mengejar pekerjaan rumah yang sudah kami sampaikan pada tahun lalu, dan memilih untuk fokus terhadap hal-hal yang tidak substansial seperti Formula E” tandasnya.(*)

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru