Thursday, April 25, 2024
BerandaBerita UtamaCatatan Kecil dari Astana Giribangun

Catatan Kecil dari Astana Giribangun

Oleh: Teungku Zulkarnain

INI hanyalah catatan kecil dari Astana Giribangun yang terletak di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan makam Presiden RI kedua Jenderal Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.

Sejak wafatnya Soeharto dan Ibu Tien, beberapa puluh tahun silam, namun makam pemimpin karismatik itu hingga saat ini tak pernah sepi dari para peziarah yang datang dari berbagai daerah di tanah air.

Tak hanya dari pulau Jawa, para peziarah itu juga banyak yang datang dari Sumatera, Kalimantan, dan juga dari Sulawesi.

Hampir setiap hari, makam tersebut tak pernah sepi dari sejumlah peziarah. Mereka datang tidak hanya sendiri, namun banyak diantara peziarah itu datang secara rombongan dengan menggunakan bus wisata.

Menurut pengurus makam, kebanyakan yang berziarah itu adalah kelompok majelis taklim dan juga dari pelajar di berbagai sekolah.

Para peziarah itu datang mulai pada pukul 09.00 WIB hingga pada pukul 17.00 WIB. Sebab setelah pukul 17.00, pengurus makam menutup lokasi Astana Giribangun.

Berdasarkan pantauan Progresif Jaya di Astana Giribangun, komplek pemakaman Astana Giribangun itu terlihat masih sangat terjaga dan terawat kebersihannya. Para petugas makam senantiasa dengan ramah menyambut kehadiran para peziarah dan menuntun mereka ke lokasi makam untuk memanjatkan doa.

Masyarakat dari berbagai daerah itu terlihat sangat bersemangat dan juga sangat menghargai dan merindukan sosok pemimpin seperti mendiang Soeharto. Ketika memanjatkan doa, banyak diantara peziarah yang terlihat meneteskan air mata.

Bahkan menurut penuturan salah satu peziarah asal Jakarta mengaku hampir setiap tahun berziarah ke makam Soeharto.

Bahkan seorang warga Jakarta bernama Hinda Kartawijaya yang tinggal di Jelambar Jakarta Barat mengaku dalam tiga bulan sekali dia dan karyawannya  datang ke Astana Giribangun untuk berziarah.

Hal itu terlihat dari keakraban Hinda Kartawijaya yang biasa dipanggil Bos Tompel dengan para pengurus makam. Menurut pengurus makam, Bos Tompel sering berziarah dan membawa oleh-oleh untuk mereka.

Para peziarah itu mengungkapkan, mereka datang ke Astana Giribangun, tak lain untuk mendoakan Soeharto dan keluarganya. Hal itu mereka lakukan tidak lain karena rasa cinta dan rasa rindu terhadap kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun.

“Saya sangat mencintai dan mengagumi sosok Pak Harto. Ketika beliau memimpin Indonesia, tak pernah terjadi kerusuhan antar warga dan antar etnis serta antar agama. Ketika beliau menjadi presiden, negeri ini sangat aman dan sangat dihargai bangsa lain. Tidak seperti sekarang, kita dilecehkan oleh bangsa asing, bahkan kita sering dihina,” ucap salah seorang peziarah kepada Progresif Jaya.

“Semoga amal kebaikan almarhum Soeharto dan ibu, diberi pahala setinggi tingginya oleh Allah, ” tutur peziarah lainnya yang berasal dari Surabaya.

Inilah secara singkat catatan Progresif Jaya saat berkunjung ke Astana Giribangun.

Tentunya manusia dikenang budi baiknya ketika dia telah tiada. Begitu pula dengan seorang pemimpin besar seperti H. Soeharto, hingga kini tetap dikenang oleh rakyatnya yang mencintainya karena kebaikannya dan ketegasannya ketika menjadi Presiden Republik Indonesia.

Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa beliau dan ditempatkan di tempat yang layak disisi Nya bersama Rasulullah dan para Suhada…

Penulis adalah Wartawan Senior Progresif Jaya

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru