Wednesday, June 19, 2024
BerandaMegapolitanDiduga Dana BOP KPPS DIsunat Oknum PPS

Diduga Dana BOP KPPS DIsunat Oknum PPS

progresifjaya.id, KAB. TANGERANG – Merasa janggal dengan penyaluran dana BOP KPPS, salah seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang minta identitasnya tidak disebutkan di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mempertanyakan dana honor Biaya Operasional Pemilu (BOP) yang diduga disunat oleh Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sukamanah.

BOP yang digelontorkan KPU untuk masing masing TPS sebesar Rp 4.777.720 namun yang diterima oleh anggota KPPS hanya Rp.4.007.000.

Alasan pemotongan biaya sebesar Rp 107.000 adalah untuk pengangkutan dan penjemputan kotak suara serta logistik dari masing-masing lokasi TPS ke Sekretariat PPS dengan menggunakan mobil salah satu anggota PPS.

Namun sayangnya, alasan tersebut tidak diberikan penjelasan kepada anggota KPPS perihal perincian dan total dana yang diterima dari BOP itu yang hanya Rp 3.900.000. Sedangkan TPS di Desa Sukamanah ada 52 TPS.

Ketua PPS Desa Sukamanah, BS saat dikonfirmasi awak media di kantornya mengatakan, malam ini kami mengumpulkan semua anggota KPPS untuk membahas tentang pleno yang belum selesai dan BOP yang masih ada kekeliruan atau ketimpangan akan kita musyawarahkan,” katanya.

Dirinya membenarkan adanya kekeliruan tersebut dan siap menyelesaikannya dan memusyawarahkan dengan para anggota KPPS agar pelaksanaan pemilu berjalan dengan aman dan lancar.

Sangat disayangkan dan alangkah teganya bila benar ada oknum PPS melakukan hal yang tidak terpuji mengingat perjuangan anggota KPPS sangatlah berat dan melelahkan.

Bahkan, banyak anggota KPPS yang gugur meninggal dunia akibat kecapean dan kelelahan yang bekerja dari pagi hari hingga pagi harinya demi terlaksananya pemilu tahun 2024 ini.

Namun sangat disayangkan jika masih ada oknum PPS yang tega menggunting atau memotong hak-hak mereka dengan alasan yang tidak jelas dan tidak transparan.

Setelah terungkapnya dugaan pemotongan BOP tersebut, Ketua PPS Sukamanah mengumpulkan para ketua KPPS pada Senin (19/2) malam di lokasi SDN Sukamanah yang berlokasi di samping Kantor Desa Sukamanah.

Dari hasil musyawarah tersebut Ketua PPS, BS hanya sanggup mengembalikan uang BOP sebesar Rp 200.000 per TPS dari total dana yang dipotong sebesar Rp 600.000 dari 52 TPS yang ada di desa Sukamanah.

Munculnya informasi ini bersumber dari anggota KPPS yang ikut hadir dalam rapat tersebut.

“Bahwa hasil rapat malam itu menghasilkan uang BOP yang dikembalikan kepada anggota KPPS hanya Rp 200 ribu saja sisanya minta diikhlaskan,” kata narasumber yang minta namanya tidak ingin disebutkan.

Selidik punya selidik, informasi pemotongan uang BOP tersebut datang dari inisiatif diri sendiri yang menjadi Ketua PPS Desa Sukamanah.

Sampai berita ini diturunkan, kemungkinan ada di desa-desa lain di Kecamatan Rajeg yang juga berbuat hal serupa seperti Desa Sukamanah. (Tim)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru