Tuesday, April 23, 2024
BerandaEkonomi & BisnisDisparekraf DKI Jakarta Himbau Pelaku Usaha Pariwisata Patuhi Prokes PPKM

Disparekraf DKI Jakarta Himbau Pelaku Usaha Pariwisata Patuhi Prokes PPKM

progresifjaya.id, JAKARTA – Seiring adanya intruksi Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Sejumlah pelaku usaha pariwisata di wilayah Jakarta ikuti sosialisasi penggunaan AplikasI PeduliLindungi, yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, Senin (6/9).

Kegitan sosialisasi sejumlah pelaku usaha pariwisata yang terdiri dari Hotel, Restoran, Rumah Makan, dan Kafe, selain menindak lanjuti intruksi Mendagri sekaligus menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala Disparekraf Provinsi No.546 Tahun 2021  2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pada Sektor Usaha Pariwisata Sejumlah pelaku usaha pariwisata di wilayah Provinsi DKI Jakarta        

Suasan Tsimtung Restauran di Jalan Jembatan III, Bandengan, Penjaringan, Jakarta Utara sebelum Pandemi Covid 19.

Kepala Disparekraf DKI Jakatrta, Gumilar menuturkan, setiap tamu dan karyawan wajib memindai barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat untuk makan maupun masuk kerja di restoran, rumah makan, dan kafe. “Bagi yang belum memiliki barcode PeduliLindungi dapat mendaftarkan melalui website www.phrionline.com,” tutur, Gumilar dalam keterangan resmi, Selasa (7/9).

Gumilar juga mengimbau agar pelaku usaha membuat asosiasi untuk mewadahi pelaku usaha pariwisata yang bergerak dalam bidang restoran, rumah makan, dan kafe.  Hal itu bertujuan memudahkan sosialisasi peraturan permerintah terkait aturan untuk restoran, rumah makan, dan kafe.

“Pihaknya juga meminta pemilik usaha restoran, rumah makan, dan kafe untuk menaati peraturan Pemerintah dan menjalankan usaha sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Seperti mematuhi jam operasional, membatasi kapasitas maksimal 25% untuk restoran, rumah makan, dan kafe di ruang tertutup dan berdiri sendiri. Uji coba pembukaan ini jangan sampai menjadi euphoria, sehingga mengabaikan protokol kesehatan,” imbuhnya.(*)

Penulis/Editor : Asep Sofyan Afandi

Foto : progresifjaya.id

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru