Monday, April 22, 2024
BerandaBerita UtamaDitangkap, Pembunuh Babinsa di Tambora Jakarta Barat

Ditangkap, Pembunuh Babinsa di Tambora Jakarta Barat

progresifjaya.id, JAKARTA – Pembunuh prajurit TNI yang juga seorang Babinsa ( Bintara Pembina Desa), di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu, 22 Juni 2020, yang diduga oknum TNI AL, telah ditangkap.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zaenal membenarkan bahwa pelaku penganiayaan terhadap Babinsa Pekojan, Tambora Kodim 0503/JB, Serda Saputra di depan Hotel Mercure Jalan Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat, adalah oknum prajurit Marinir.

“Benar, yang bersangkutan adalah prajurit Marinir TNI AL,” kata Zaenal ketika dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Selasa, (23/6/2020)

Lebih lanjut menurutnya, pelaku penganiayaan itu sudah ditangkap dan dalam proses penyelidikan di Polisi Militer TNI AL (POMAL).

Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 0503 Jakarta Barat, Kolonel Kav Valian Wicaksono mengatakan pelaku penganiayaan diduga oknum TNI AL saat ini telah diamankan oleh POM TNI,

“Oknum ya. Saat kejadian, yang bersangkutan (pelaku) mengaku demikian,” ujar Valian di Jakarta, Senin (22/6).

Adapun pelaku yang tengah dilidik, merupakan pelaku utama. Namun Valian tak dapat memastikan apakah pelaku penusukan terhadap Serda Saputra hanya satu orang atau lebih.

“Dalam penyelidikan. Kami sudah lihat CCTV dan sebagainya, tapi nanti apakah yang lain terlibat atau gimana itu kan nanti dari hasil penyelidikan,” jelas Valian.

Dijelaskannya, penusukan itu bermula saat Serda Saputra bertugas di Hotel Mercure yang berlokasi di Jalan Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat, Senin (22/6) dini hari.

Tiba-tiba terjadi keributan di dalam hotel, dan saat itu Serda Saputra berusaha menyelesaikan perselisihan tersebut.

Nasib naas menimpa Serda Saputra saat dia berusaha meredam keributan, justru tertusuk senjata tajam. Dia menjadi korban oleh pelaku dan menyebabkan korban meninggal dunia.

Disisi lain, Valian menyebut, Serda Saputra saat itu sedang mengamankan karantina mandiri dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari luar negeri, salah satunya ditempatkan di Grand Mercure Batavia.

“Kami kan dilibatkan, karena kami kan masuk dalam satgas tersebut. Jadi ketika terjadi keributan, anggota kiami mencoba menyelesaikan tapi malah almarhum yang tertusuk,” tuturnya.

Penulis/Editor : Asep Sopyan Af

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru