Tuesday, July 23, 2024
BerandaHukum & KriminalDittipidum Bareskrim Polri Bedol 2 Judi Online Plus Pornografi Jaringan Taiwan

Dittipidum Bareskrim Polri Bedol 2 Judi Online Plus Pornografi Jaringan Taiwan

progresifjaya.id, JAKARTA – Dittipidum Bareskrim Polri membedol dua situs judi online yakni Hot51 dan 82gaming. Terkhusus situs Hot51, selain menyajikan permainan judi website ini juga memberikan layanan live streaming pornografi.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dalam pernyataan resminya saat jumpa pers mengatakan, kedua situs haram jadah ini dimiliki seorang warga negara Taiwan berinisial K yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Server kedua situs ini terlacak  di Taiwan. Tapi kantor operasionalnya berada di Karawaci, Tangerang, Banten. DPO WNA K memperkerjakan warga negara Indonesia untuk jadi bagian dari sindikat ini,” kata Brigjen Pol Djuhandhani.

Selain di Tangerang, Banten, pengungkapan kerja haram jadah sindikat ini juga dilakukan di 5 provinsi lainnya yakni Jakarta di 2 lokasi, Jawa Barat di Bandung, Jawa Tengah di Semarang, Bali di Klungkung dan Sulawesi Selatan di Makassar.

“Dari pengungkapan ini ada tujuh orang tersangka yang didapat. Mereka adalah tersangka dCCW sebagai marketing, SM sebagai customer service, WAN sebagai agen, dan KA, AIH, NH, DT, ST selaku host pornografi,” jelas Brigjen Pol Djuhandhani.

“Dalam layanan live streaming pornografi di situs Hot51, sindikat ini merekrut agen yang bertugas mencari streamer atau host. Kerja host adalah melakukan live streaming dengan pakaian minim atau seksi hingga melepas seluruh pakaiannya hingga bugil dan berhubungan intim,” katanya lagi.

Sementara agen yang bertugas merekrut host, lanjut Brigjen Pol Djuhandhani, juga punya peran untuk mengatur jam kerja dan mencatat kinerja host sekaligus mendistribusikan pendapatan host atau gaji maupun bonus.

Dikatakannya lagi, secara operasional situs ini baru on air pada Desember 2023 hingga terbedol Dittipidum Bareskrim Polri pada 24 Juni 2024. Pun begitu, dari durasi operasional yang singkat ini perputaran uang yang terdeteksi mencapai Rp500 miliar.

“Kita akan berkordinasi dengan PPATK sesuai dengan tujuan kita  menerapkan tindak pidana pencucian uang untuk penelusuran atau tracing asset. Jika kita mendapatkan itu semua hasilnya tentunya akanvmenyidik lebih lanjut terkait TPPU,” kata Brigjen Pol Djuhandhani lagi.

Namun begitu, sayangnya Brigjen Pol Djuhandhani tak menjelaskan perihal pengembangan penyidikan dan upaya tracing ke arah white labels atau komunitas kreator situs judi online. Pengembangan penyidikan hanya berkutat di area pelaku atau pebisnis judi online dan kroninya. Entah, lah. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru