Tuesday, June 25, 2024
BerandaBerita UtamaDitunjuk Presiden sebagai Kasau: Pengamat Sebut M. Tonny Harjono Sosok yang...

Ditunjuk Presiden sebagai Kasau: Pengamat Sebut M. Tonny Harjono Sosok yang Tepat Perkuat TNI AU

progresifjaya.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menunjuk Mohamad Tonny Harjono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan penunjukan Marsdya Tonny sebagai Kasau tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20/TNI/Tahun 2024 yang ditandatangani 25 Maret 2024.

“Presiden telah menandatangani Keppres Nomor 20/TNI/Tahun 2024 tanggal 25 Maret 2024 tentang pemberhentian dengan hormat Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dari jabatannya sebagai Kasau, dan pengangkatan Marsekal Madya TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai Kasau yang baru,” kata Ari dalam pesan singkat di Jakarta, Selasa.

Penggantian Kasau ini dilakukan karena Marsekal Fadjar Prasetyo akan memasuki masa pensiun pada 9 April 2024 mendatang.

Ari Dwipayana menyampaikan Keppres tersebut mulai berlaku sejak saat pelantikan yang rencananya akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Marsekal Fadjar menjabat sebagai Kasau sejak dilantik Presiden di Istana Negara 20 Mei 2020 lalu.

Saat itu Fadjar dilantik menjadi Kasau bersama dengan Laksamana TNI Yudo Margono yang dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal).

Keduanya dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 32 dan 33/TNI/Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kasal dan Kasau serta Keputusan Presiden Nomor 34 dan 35/TNI/Tahun 2020 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI.

Sosok yang Tepat

Sementara itu, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan Marsekal Madya (Marsdya) Mohammad Tonny Harjono yang baru saja ditunjuk sebagai Kasau merupakan sosok yang tepat untuk memperkuat AU.

“Berdasarkan pengalaman dan latar belakangnya, memang orang tepat untuk perkuat AU di bidang organisasi, teknologi dan kesiapan operasi,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, Tonny memiliki segudang pengalaman di bidang organisasi, pemeliharaan Alutsista dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Hal tersebut sudah teruji lantaran dia sempat menjabat sebagai Danlanud Adi Soemarmo Jawa Tengah tahun 2016, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Jakarta tahun 2018.

Tidak hanya itu, penerbang tempur lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993 ini juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II.

Hal ini dinilai Fahmi sebagai modal yang cukup untuk memperkuat lini teknologi dan strategi pertahanan TNI di udara.

Selain itu, Tonny juga memiliki rekam jejak karir di lingkungan Istana Kepresidenan. Hal tersebut terjadi ketika dia menjabat sebagai Pamen Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kemsetneg atau dengan kata lain sebagai ajudan Presiden Jokowi pada 2014.

“Ini menunjukkan bahwa beliau punya chemistry yang baik dengan Presiden,” kata Fahmi dikutip Antara

Selanjutnya, dia tunjukkan menjadi Staf Khusus Kasau tahun 2020, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional sebelum akhirnya menempati jabatan sebagai Pangkogabwilhan II.

Namun dari semua keunggulan itu, Fahmi menilai Tonny mempunyai satu keunggulan utama yang tidak dimiliki kepala staf yang lainnya yakni usia tergolong muda.

Fahmi menjelaskan di jajaran AU sendiri, Tonny tergolong yang paling muda mendapatkan pangkat bintang tiga. Hal ini membuat Tonny memiliki waktu yang panjang untuk melakukan pembenahan di jajaran AU.

Bahkan, Tonny berpeluang menduduki jabatan Panglima TNI di masa depan jika melihat dari lamanya sisa masa tugas.

“Dia punya peluang cukup besar untuk bisa jadi panglima TNI di masa depan karena masa aktifnya baru akan berakhir pada Oktober 2029. Jadi ya proyeksinya bisa saja sampai ke panglima TNI juga,” kata Fahmi.

Dengan terpilihnya Tonny, Fahmi berharap kekuatan pertahanan dan AU sepeninggal Kasau sebelumnya bisa semakin ditingkatkan. (Ndy/Ant)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru