Monday, July 15, 2024
BerandaKesehatanDP3AKKB Salurkan Telur bagi Keluarga Stunting

DP3AKKB Salurkan Telur bagi Keluarga Stunting

progresifjjaya.id, LEBAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Banten, menyalurkan bantuan telur bagi keluarga stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak di bawah lima tahun akibat gagal tumbuh.

“Kita berharap bantuan telur itu dapat meningkatkan status gizi anak-anak mereka,” kata Kepala Bidang  DP3AKKB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, Jumat. (11/08/2023)

Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk meminimalisasi angka stunting maupun “zero news stunting” atau terbebas dari tengkes.

Mereka anak-anak yang mengalami stunting setiap bulannya menerima bantuan telur agar pertumbuhannya menjadi baik.

“Penyaluran bantuan telur itu sebanyak 10 butir per keluarga anak stunting, katanya.

Berdasarkan data sampai April 2023 tercatat jumlah stunting di Lebak sebanyak 3.736 anak dari tahun 2022 lalu  4.518 anak.

Kemungkinan besar jumlah anak stunting di Kabupaten Lebak terus menurun dengan adanya intervensi penyaluran bantuan telur.

“Kami berharap bantuan telur itu agar anak mereka mengalami pertumbuhan yang baik, sehingga bisa terbebas dari stunting,” ujar Tuti.

Petugas pendamping Puskesmas Rangkasbitung Zahra mengatakan saat ini di wilayahnya jumlah anak yang mengalami stunting dari 56 anak kini menjadi 51 anak.

Menurunnya jumlah stunting itu, karena adanya intervensi bantuan makanan, telur, vitamin dan obat – obatan.

Selain itu juga mereka para penderita stunting setiap bulan rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan agar mereka tumbuh kembang dan sehat.

“Kami meyakini jumlah anak stunting di Rangkasbitung terus menurun bahkan terbebas,” kata Sulistini.

Dia mengatakan bantuan telur memiliki  sumber protein hewani dan mudah dicerna, juga bergizi tinggi.

Telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan memerlukan protein dalam jumlah cukup banyak.

Telur juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil, ibu yang menyusui.

“Kami minta keluarga stunting itu bisa mengkonsumsi ibu maupun anaknya yang stunting untuk mengkonsumsi telur,” tukasnya. (R. Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru