Senin, Februari 26, 2024
BerandaNusantaraDua Pekan Terakhir Nelayan Pesisir Banten Tak Melaut Akibat Gelombang Tinggi

Dua Pekan Terakhir Nelayan Pesisir Banten Tak Melaut Akibat Gelombang Tinggi

progresifjaya.id, PANDEGLANG – Sejumlah nelayan di pesisir perairan Banten sejak dua pekan terakhir tidak melaut akibat gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan laut.

“Kami lebih baik memilih tak melaut, karena cuaca buruk itu,” kata Samlawi (55) seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Teluk 1 Labuan Kabupaten Pandeglang, Kamis (1/2/2024).

Mereka nelayan tradisional di pesisir Perairan Banten kebanyakan menggunakan tangkapan perahu kecil, sehingga tidak tahan menghadapi cuaca buruk.

Tinggi gelombang yang mencapai 2,50 meter di Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia dan Selat Sunda bagian selatan gelombang 2,50 meter disertai tiupan angin 30 kilometer per jam cukup membahayakan keselamatan jiwa nelayan.

“Kami memanfaatkan waktu tak melaut dengan memperbaiki jaring alat tangkap akibat  cuaca kurang bersahabat itu,” kata Samlawi.

Begitu juga nelayan lainnya, Kusnadi (55) di Pangkalan Pelabuhan Ikan (PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak mengatakan bahwa nelayan tradisional di sini tidak melaut akibat cuaca buruk. Selain gelombang tinggi juga tiupan angin kencang dari arah barat laut juga hujan lebat. Selain itu juga tangkapan ikan di perairan ini tidak ada, sehingga para nelayan lebih memilih tak melaut.

“Kami selama dua pekan terakhir tidak melaut, karena cuaca buruk itu,” kata Kusnadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan terhadap keselamatan pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang yang melintasi perairan selatan Banten, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudera Hindia, dengan tinggi gelombang 1,25 sampai 2,50 meter (sedang) di pesisir Kabupaten Lebak dan Pandeglang. (R. R)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru