Monday, July 15, 2024
BerandaHukum & KriminalDugaan Penipuan Berkedok Investasi Robot Trading FIN 888 : Pengacara dan Para...

Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Robot Trading FIN 888 : Pengacara dan Para Korban Apresiasi Tindakan Hakim Terbitkan Surat Penetapan Pemanggilan Paksa kepada Tjahjadi Rahardja

progresifjaya.id, JAKARTA – Barangsiapa yang dipanggil menurut undang – undang akan menjadi saksi, ahli atau jurubahasa, dengan sengaja tidak memenuhi sesuatu kewajiban yang sepanjang undang – undang harus dipenuhi dalam jabatan tersebut, dapat digolongkan sebagai suatu tindak pidana.

Hal itu dikatakan oleh Oktavianus Setiawan, SH., CMed., CMLC., CRIP., kepada Progresif Jaya ketika dihubungi via telepon selulernya terkait tanggapannya atas perkataan majelis hakim yang akan melakukan koordinasi untuk menerbitkan Surat Penetapan Pemanggilan Paksa kepada saksi Tjahjadi Rahardja yang disebut-sebut selaku Direktur PT. Jababeka, lantaran tidak memenuhi panggilan tiga kali sebagaimana  pengakuan Melda Siagian, SH., di depan persidangan atas nama terdakwa Peterfi Supandri dan Carry Chandra yang diduga melakukan penipuan secara elektronik berkedok Investasi Bodong Robot Trading FIN 888.

Dia tambahkan, dirinya selaku kuasa hukum para korban dugaan penipuan berkedok investasi bodong yang merugikan para korban kurang lebih sebesar Rp 1 triliun, sangat mengapresiasi tindakan tepat majelis hakim yang memeriksa dan mengadili dengan menerbitkan Surat Penetapan Panggilan Paksa.

Kedua terdakwa penipuan secara elektronik Peterfi Sufandri dan Carry Chandra

Pengakuan jaksa, lanjutnya, dalam persidangan telah melayangkan tiga kali surat panggilan secara resmi dan diterima oleh pembantu rumah tangga (PRT) saksi, namun PRT nya tidak mau menandatangani surat tanda terima, sedangkan Ketua RT tempat tinggal saksi Tjahjadi Rahardja dengan jelas mengatakan, bahwa Tjahjadi Rahardja ada ditempat tersebut.

Sebagaimana untuk diketahui, dalam sidang kala Oktavianus Setiawan diperiksa sebagai saksi telah mengungkapkan, pengacara kedua terdakwa yakni, Peterfi Sufandri, Carry Chandra bersama saksi Tjahjadi Rahardja ketika dalam perkara perdata terkait Fin 888 di PN Jakarta Pusat adalah sama.

“Terkait pemanggilan kepada Tjahjadi Rahardja sebagai saksi tidak ada kemungkinan tidak diketahui oleh penasehat hukum terdakwa Peterfi Sufandri, Carry Chandra! Nah, kalau memang mau membuat perkara ini terang benderang, menurut saya Tjahjadi Rahardja dihadirkan,” ujar Okravianus Setiawan menutup tanggapannya.

Sebagaimana diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan penipuan secara elektronik berkedok investasi bodong Robot Trading FIN 888 dengan terdakwa Peterfi Sufandri dan Carry Chandra yang selalu dihadiri sejumlah korban meminta agar majelis hakim untuk menghadirkan saksi Tjahjadi Rahardja.

“Bu jaksa, sekarang agenda persidangan adalah mendengarkan keterangan saksi, ada berapa orang saksi yang hadir,” tanya majelis hakim pimpinan Juli Effendi, SH., MH., didampingi Slamet Widodo, SH.,MH dan Budiarto, SH di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (15/8-2023).

“Sebenarnya ada dua saksi, pak ! Tapi yang hadir hanya satu yaitu, saksi Notaris Siti Jubaedah, SH., MH., sedangkan saksi Tjahjadi Rahardja sudah kami layangkan surat panggilan secara resmi 3 kali, pak, namun tidak hadir tanpa ada penjelasan, pak,” jawab Melda Siagian, SH., selaku jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara.

“Majelis hakim Yang Mulia! Kami para korban penipuan berkedok investasi ‘bodong’ Robot Trading FIN 888 menginginkan kehadiran Tjahjadi Rahardja dimana dia adalah saksi fakta, juga ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Kepolisian dan dia pula mempunyai perusahaan tempat penampungan uang uang kami,” ujar seorang ibu ibu tiba – tiba berdiri dan belakangan diketahui juga merupakan korban mengungkapkan agar majelis hakim memanggil secara paksa saksi Tjahjadi Rahardja.

Seorang ibu tiba – tiba berdiri mengungkapkan rasa kesalnya dan meminta agar majelis hakim menerbitkan Surat paggilan paksa kepada saksi Tjahjadi Rahardja sebelum acara pemeriksaan saksi.

Ditambahkannya, bagaimana dirinya bersama ratusan korban lainnya yang dirugikan kurang lebih Rp 1 trilliun mau percaya bahwa uang uang yang dikumpulkannya telah ditransfer kepada Marno alias MC, sedangkan Marno alias MC telah dimasukkan dalam pencarian orang (DPO) oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Dikatakannya, saksi Tjahjadi Rahardja bisa saja tidak akan datang walau majelis hakim hanya terbitkan Surat Penetapan Perintah Panggil Paksa, namun seharusnya majelis hakim pun harus mengeluarkan surat pencekalan, karena tidak tertutup kemungkinan dia kabur ke luar negeri.

“Majelis hakim dan jaksa harus mengetahui sedikit informasi, sesuai dengan Berita Acara Interview (BAI) di Mabes Bareskrim Polri, kalau tidak salah ingat sekitar awal tahun 2022, saksi Tjahjadi Rahardja membawa/mengajak Peterfi Sufandri bertemu dengan Samgoh selaku pemilik Samtrade FX di Singapura terkait FIN 888,” ujar sejumlah para korban usai persidangan.

“Kami minta kepada Majelis Hakim Yang Mulia agar menghukum kedua terdakwa dengan seberat – beratnya, selain untuk menimbulkan efek jera, juga untuk menyelamatkan para WNI calon – calon korban investasi bodong. Kedua terdakwa dan orang yang ditetapkan DPO adalah penjahat kambuhan yang diduga telah berkolaborasi secara terorganisir,” tambah beberapa pengunjung yang merupakan korban dugaan penipuan secara elektronik berkedok investasi. (ARI)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru