Tuesday, May 21, 2024
BerandaEkonomi & BisnisDurian Varietas Sangkanwangi 1, Benih Unggul Khas Lebak

Durian Varietas Sangkanwangi 1, Benih Unggul Khas Lebak

progresifjaya.id, LEBAK – Enam tahun lalu, pohon durian Sangkanwangi 1 ditanam di lahan seluas tujuh hektare di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Buah durian varietas Sangkanwangi itu panen kedua kali dan pertama tahun 2022 dan hasilnya cukup signifikan dengan rata-rata 30 buah per pohon.

Durian benih unggul varietas Sangkanwangi 1 mulai produksi pada usia lima tahun bisa panen sampai 25 tahun ke depan. Kualitas durian lokal Sangkanwangi 1 itu, selain beratnya mencapai 2,5-3,0 kilogram juga rasanya manis, beraroma, dan legit.

Panen pertama harga durian benih unggul varietas Sangkanwangi 1 dijual satuan rata-rata Rp200 ribu per buah. Sedangkan buah durian itu per batang pohon berisi sebanyak 30 buah. Jika harga satuan Rp200 ribu per buah, sehingga menghasilkan uang per pohon Rp6 juta.

Apabila, masyarakat memiliki sebanyak 20 batang pohon durian maka mendapatkan ekonomi Rp120 juta. Saat ini, durian varietas Sangkanwangi 1 kembali berbuah dan dipastikan terjadi kenaikan hingga 40 buah per pohon. Buah panen durian kedua itu dipastikan memasuki panen Desember 2023 sampai Januari 2024.

Buah durian Sangkanwangi 1 hasil okulasi dari plasma nuftah induknya durian lokal dan kini sudah terdaftar di Kementerian Pertanian Republik Indonesia tahun 2018.

Pendaftaran durian Sangkanwangi 1 melalui Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya setelah berdasarkan hasil penelitian dari Dinas Pertanian Banten, Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Banten juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pengembangan durian lokal Sangkanwangi 1 masuk kategori varietas benih unggul berlabel biru bisa dikembangkan di wilayah Banten dan Jawa Barat. Namun, durian lokal varietas Sangkanwangi 1 juga sudah dikembangkan petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak.

“Kami berharap benih unggul varietas Sangkanwangi 1 guna meningkatkan pendapatan ekonomi petani,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Sangkanwangi, Kabupaten Lebak, Hendi Suhendi, baru-baru ini.

Hendi mengatakan, dirinya pertama kali yang menciptakan benih durian Sangkanwangi 1 dengan sistem okulasi dari plasma nuftah tanaman induknya durian lokal itu, karena merasa terpanggil bahwa Kabupaten Lebak memiliki puluhan jenis durian lokal, namun tidak memiliki varietas benih unggul.

Berawal dari itu, ia mencoba memproduksi penangkaran benih varietas durian unggul Sangkanwangi 1 hingga ribuan benih. Benih varietas unggul durian varietas Sangkanwangi 1 kini dikembangkan di masyarakat guna mendukung sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah itu.

Saat ini, satu-satunya benih varietas unggul berlabel biru buah durian Sangkanwangi 1 menjadi tanaman hortikultura khas Kabupaten Lebak. Kemungkinan besar durian varietas unggul lokal itu sebagai andalan pendapatan ekonomi masyarakat sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan.

Selama ini wilayah Kabupaten Lebak begitu luas dan sekitar 85 persen lahan darat dan berpotensi dikembangkan tanaman hortikultura tersebut.

“Kami merasa bangga setelah berbuah durian Sangkanwangi I banyak permintaan, termasuk pengiriman 100 buah ke Istana Negara,” kata Hendi.

Menurut dia, dirinya juga mengembangkan benih unggul lainnya dengan sistem teknologi “top working” perkawinan silang antara durian lokal dengan induknya benih unggul nasional berlabel biru. Di antaranya durian varietas  montong, durian petruk, durian si radio, durian musaking, durian hepi, durian perwira, durian bawor dan durian matahari.

Hendi yang sudah dua kali menerima penghargaan sebagai petani berprestasi tingkat nasional pada tahun 2007 oleh Menteri Pertanian Anton Apriyanto dan terakhir tahun 2020 oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo fokus mengembangkan varietas Sangkanwangi 1 dan varietas benih durian unggul lainnya.

Pengembangan benih varietas durian unggul itu diharapkan mampu mengatasi kemiskinan dan penyerapan lapangan pekerjaan.

 

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, Kelompok Tani Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, mampu mengembangkan durian varietas Sangkanwangi 1 dari hasil okulasi dengan pohon induknya.

Pembenihan varietas berlabel biru kini banyak masyarakat mengembangkan perkebunan durian varietas Sangkanwangi 1. Pemerintah Kabupaten Lebak ditargetkan kedepan menjadikan daerah sentra penghasil durian terbesar di Provinsi Banten.

“Kami minta petani dapat mengembangkan benih durian varietas Sangkanwangi 1 guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Deni menyebutkan, saat ini, petani yang mengembangkan durian unggul tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cirinten, dan Gunungkencana. Daerah itu setiap tahun sebagai sentra penghasil durian lokal dan dipasok ke Tangerang, Bogor, Bandung hingga Jakarta.

“Kami berharap petani berinovasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas varietas durian, karena memiliki nilai jual tinggi di pasaran dan ditargetkan bisa menembus ekspor,” ujarnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan mengembangkan produk hortikultura jenis durian varietas Sangkanwangi 1 guna mendukung sektor pariwisata, karena memberikan multi efek  ekonomi cukup besar.

Pemerintah daerah terus mendorong petani mengembangkan  tanaman durian varietas unggul khususnya Kecamatan Leuwidamar menjadikan daerah agrowisata buah durian.

Selama ini kawasan pemukiman adat Badui dijadikan daerah agrowisata durian dan banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air.

Para wisatawan itu, nantinya selain mengunjungi wisata budaya Badui juga kurang lebih empat kilometer terdapat agrowisata kawasan durian yang dikembangkan kelompok tani Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Pengembangan tanaman durian varietas unggul itu berjenis Sangkanwangi 1 yang dikembangkan petani setempat. Durian yang dikembangkan petani sangat bagus kualitasnya dan harganya bersaing pasar sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi petani dan menyerap tenaga kerja.

“Saya kira durian varietas unggul itu sangat cocok di Leuwidamar, termasuk kawasan pemukiman Badui,” kata Bupati Iti di Lebak.

Para wisatawan tampak ramai mengunjungi kawasan pemukiman Badui pada akhir pekan sambil berburu buah durian. Kawasan Badui di Kabupaten Lebak sejak tiga pekan terakhir ini banyak wisatawan dari berbagai daerah di Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Mereka wisatawan itu karena kawasan pemukiman Badui memasuki musim durian lokal dari akhir September 2023 hingga sekarang masih berlangsung.

“Kita bersama rombongan untuk menikmati panorama alam Badui, sekaligus menikmati makan durian,” kata Aswavi, wisatawan warga DKI Jakarta.

Para wisatawan itu bisa mencicipi lezatnya buah durian langsung di rumah warga Suku Badui. Saat ini masa panen buah bercita rasa legit itu masih berlangsung hingga keberadaannya menjadi buruan masyarakat luar daerah.

Puluhan sampai ratusan buah dikumpulkan warga di bale-bale atau halaman rumah panggung mereka dengan ukurannya bervariasi, mulai dari kecil, sedang, sampai besar. Mereka para wisatawan penikmat durian dengan mencelupkan buah durian ke secangkir kopi hangat.

Cara memakan ini buah durian ini merupakan warisan turun temurun warga Badui sehingga memunculkan sensasi unik rasa buah yang manis bercampur pahitnya kopi. Untuk menambah rasa manis, wisatawan bisa mencicipi durian yang diaduk langsung bersama kopi dan diberi irisan gula aren.

Perpaduan kopi yang pahit dengan manis gula aren dan legitnya durian akan menambah kenikmatan saat menyesapnya.

“Kopi dicampur durian ini, nikmatnya nggak ketulungan. Sampai gak bisa berkata-kata ini mah, pokoknya wonderfull,” kata Aswavi. (R. Rencong)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru