Minggu, November 28, 2021
BerandaBerita UtamaEmpat Obligor dan Debitur Bayar Lunas Hutang BLBI, Netizen: Kerjar Terus Pak...

Empat Obligor dan Debitur Bayar Lunas Hutang BLBI, Netizen: Kerjar Terus Pak Sampai Akherat

progresifjaya.id, JAKARTA – Para obligor dan debitur BLBI yang masih belum melunasi tagihan utang mereka harus terus dikejar sampai ke manapun. Demikian perintah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD kepada Ketua Satgas BLBI Rioland Silaban.

“Tidak ada tawar menawar lagi, sita semua aset-aset mereka yang ada,” tegas Mahmud yang kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satgas BLBI.

Video penegasan Macmud MD yang beredar di media sosial tersebut viral dan mendapat tanggapan beragam warganet. Mereka umumnya menyetujui tindakan pemerintah itu. “Kejar terus, kerjar Pak Mahfud. Biar lari sampai ke lobang semut pun, kerjar sampai dapat,” ujar warganet dalam satu komentarnya.

Netizen lain menimpali bahwa obligor dan debitur BLBI harus tetap di kejar sampe akherat, karena sudah enak-enakan menikmati uang negara yang notabene juga duit rakyat. “Kejar terus Pak menteri, jangan sampai lolos,” celotehnya.

Dalam pengumuman update Satgas BLBI, Mahfud juga memerintahkan pula agar langsung mempidanakan obligor dan debitur yang menyewakan, memindahtangankan dan juga menggelapkan aset-aset mereka. “Sudah pidanakan saja,” tukas Mahfud lagi.

Tidak itu saja, lanjutnya, nanti Satgas BLBI juga akan memproses keperdataan atas obligor dan debitur nakal itu. Misalnya, pembatasan-pembatasan hak untuk berusaha atau mengajukan pinjaman di lembaga keuangan dan juga dilarang pergi ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengumumkan ada empat konglomerat Indonesia yang sudah menyelesaikan tagihan atas utang BLBI. Mereka masing-masing Anthony Salim, Bob Hasan, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad. Namun Mahfud tidak merinci berapa besar nilai dana BLBI yang dibayarkan. “Mereka seharusnya menjadi contoh bagi obligor dan debitur lain,” tambahnya.

Atas hal itu dia menyatakan, pemerintah harus adil karena banyak di antara mereka yang membayar dan selesai. “Masa yang tidak membayar didiamkan saja. Harus dikejar dan diproses sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Ditegaskan Mahfud lagi, kini sudah tidak ada negosiasi lagi yang bisa dilakukan kepada obligor atau debitur BLBI yang belum memenuhi kewajibannya dan tidak mau memenuhi panggilan satgas BLBI.

Sementara itu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto siap melawan dengan menempuh langkah hukum atas penyitaan beberapa aset besar miliknya terkait utang BLBI. Namun sampai kini belum ada gugatan dimaksud, padahal aset-aset besar Tommy yan telah dijaminkan kepada negara sebagai upaya pelunasan utangnya, sudah disita beberapa waktu lalu.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan, sampai saat ini Satgas BLBI belum menerima pemberitahuan secara resmi langkah hukum yang akan diambil oleh anak Presiden ke-2 Soeharto tersebut. “Secara resmi ke Satgas BLBI belum ada,” tambahnya.

Dia memastikan proses penyitaan yang dilakukan Satgas BLBI sesuai dengan peraturan perundangan. Oleh karenanya gugatan tersebut tak akan membuat pemerintah berhenti melaksanakan tugasnya.

Utang Tommy ke negara tercatat Rp 2,61 triliun setelah ditambahkan biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen. Utang sebesar itu diberikan melalui PT Timor Putera Nasional (TPN) saat terjadinya krisis keuangan pada tahun 1997-1998 silam.

Berikut daftar aset milik Tommy Soeharto yang disita pekan lalu masing-masing tanah seluas 530.125,526 m2 terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 4/Kamojing atas nama PT KIA Timor Motors.

Kemudian tanah seluas 98.896,700 m2 terletak di Desa Kalihurip, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 22/Kalihurip atas nama PT KIA Timor Motors.

Selanjutnya tanah seluas 100.985,15 m2 terletak di Desa Cikampek Pusaka, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 5/ Cikampek Pusaka atas nama PT KIA Timor Motors dan tanah seluas 518.870 m2 terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 3/ Kamojing atas nama PT Timor Industri Komponen.

Penulis/Editor: Isa Gautama

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru