Friday, July 19, 2024
BerandaOlahragaEtape ke 7 Penggembira Tour de France 2023 dari Jakarta Lalui Jalur...

Etape ke 7 Penggembira Tour de France 2023 dari Jakarta Lalui Jalur Spesial: Sarapan di Belgia, Makan Siang di Belanda, Makan Malam di Jerman

progresifjaya.id, JAKARTA – Anggota tim gowes yang terdiri dari 8 yang telah berusia 48 tahun – 70 tahun dari Jakarta H. Sudarman pada hari Senin (17/7/2023), melaporkan:

Alhamdulillah, setelah kami sarapan pagi di hotel Sunparks jam 09.00 peserta star menuju kota Bruggen Jerman. Rute ini sangat unik dan spesial karena kami melewati tiga negara dalam satu hari. Kami sarapan pagi di Belgia, makan siang di Belanda dan makan malam di Jerman.

Selama dalam perjalanan dari Belgia ke Belanda tidak ada tanjakan karena hampir 80 persen peserta melintas di sisi kanal dengan pemandangan yang indah udaranya sejuk melihat air sungainya bersih jernih tidak ada sampah.

Di sungai itu banyak kegiatan latihan olahraga seperti dayung dan lainnya. Kehidupan masyarakat sangat teratur dan tertib suatu pemandangan yang jauh sekali berbeda dengan negeri kita yang alamnya indah tapi tidak tertata dengan baik.

Negara Eropa rata-rata menyediakan jalur khusus sepeda dan mengendara lain sangat menghormati pegowes dengan selalu memberikan kesempatan lewat dengan aman. Jadi, kamipun juga selalu merasa aman dengan ribuan kilometer perjalanan gowes dari Paris menuju Amsterdam Belanda melalui beberapa negara.

Mobil Ditilang

Mobil Mercedez sekelas dan sebesar Alphard yang mengawal kami mulai start dari Paris ternyata sewaktu kami mampir ngopi di salah satu kota kecil di wilayah Belgia kena tilang karena parkir di tempat parkir yang salah.

Padahal ini kota kecil. Rupanya parkir di situ harus pakai kartu. Denda tilang harus dibayar lewat bank dalam waktu dua minggu.

Tidur di Atas Rumput di Bawah Pohon

Setelah kami menempuh perjalanan gowes di pinggir kanal hampir seratus kilometer, peserta sudah lelah tidak ada kafe di pinggir jalan di tepi kanal jadi kami beristirahat di bawa pohon dan merebahkan badan di atas rumput yang sudah dipotong rapi seperti karpet.

Karena capek ada yg tertidur dan ada yang memanfaatkan waktu mengirim berita ke grup tribun sambil mengisap rokok yang dibawa dari tanah air. Bahkan ada yang memutar lagu lama dari Broery Marantika sehingga menjadikan suasana di tepi kanal jadi semarak dengan hadirnya kopi dan minuman kaleng berbagai merek termasuk bir tanpa alkohol.

Makan Malam di Restoran Mongolia

Setelah kami Berputar-putar di sekitar kota Bruggen Jerman mencari makan, dan kami coba mampir di restoran Mongolia yang dikelola oleh orang China asal Singapura.

Ini restoran membuat konsep makan sekenyang-kenyangnya bayar cuma 25 euro satu orang dan puluhan jenis masakan asia yang sangat bermutu dengan bahan ikan daging yang bermutu dan halal.

Kami semua sangat merasa terobati karena sudah sepuluh hari gowes tidak pernah bertemu nasi di restoran maupun di hotel. Ternyata masakan Mongolia ini mirip masakan Melayu yang ada pedasnya, gule ikan dan karinya sangat cocok di lidah orang Indonesia.

Masuk Mall Decathlon

Karena waktu baru jam 19.45 kami mampir di mall Decathlon untuk melihat sepeda dan perlengkapan gowes yang banyak di pajang di dalamnya. Baru kami melihat-lihat dan memilih-milih baju gowes sudah ada pengumuman lewat pengeras suara pakai bahasa Jerman yang artinya sebentar lagi mall akan tutup tepat jam 8 malam.

Tentu kami semua tidak mengerti isi pengumuman itu, jadi kami santai saja di dalam karena pikir kami ini baru jam delapan bahkan matahari masih panas di luar.

Ternyata kami didekati oleh satu satu pegawai mall menyampaikan pada kami dalam bahasa inggris kalau tempat ini segera akan tutup lima menit lagi. Kami buru-buru ke kasir membayar barang pilihan kami dan keluar.

Nginap di Hotel The Bridgge Kota Bruggen Jerman

Alhamdulillahm kami tidak menyangka kalau di kota kecil Bruggen ini ada hotel bintang 4. Karena yang kami bayangkan paling ketemu hotel sekelas penginapan. Ternyata dugaan kami meleset.

Biarpun itu kotanya kecil dan sepi ternyata di hotel ini banyak yang menginap karena memang kota Bruggen ini adalah salah satu pelintasan segi tiga Jerman Belanda dan ke Belgia. Kami banyak bertemu orang yang mampir menginap dari berbagai negara Eropa bahkan ada dari Amerika dan Asia.

Makanan, fasilitas dan pelayanan sangat memuaskan dan kami pun beristirahat dengan baik sebelum melanjutkan gowes etape ke 8 ke kota Duisburg masih wilayah Jerman sejauh 105 dari Bruggen.

Demikianlah yang dapat kami laporkan kegiatan gowes Tour de France Eropa dari kota Bruggen Jerman.

Sudarman Ade (17-7-23)

Editor: Erwan Mayulu

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru