Friday, July 19, 2024
BerandaBerita UtamaEtika dan Perilaku Seorang Penumpang Batik Air Dianggap Membahayakan Penerbangan Diancam Pidana...

Etika dan Perilaku Seorang Penumpang Batik Air Dianggap Membahayakan Penerbangan Diancam Pidana Maksikmal 15 Tahun Atau Denda Rp 2,5 Miliar

progresifjaya.id, JAKARTA – Pesawat Batik Air dengan kode penerbangan ID-642 rute Jakarta – Gorontalo harus mendarat, setelah 30 menit lepas landas pada Rabu, 12 Juli 2023. Pesawat Batik Air tersebut take off pada 03.55 dari Soekarno-Hatta dan harusnya tiba pada 08.00 WITA, di Bandar Udara Djalaluddin.

Namun pilot memutuskan untuk kembali ke Soejarno Hatta karena ada satu penumpang yang berulah. Penumpang itu berinisial MS, bahkan sampai berani merusak penutup kaca di pesawat. Tindakannya ini dianggap mengganggu kenyamanan penerbangan, karena berperilaku tidak tenang.

Setelah mendarat di Soekarno Hatta, MS langsung dibawa oleh petugas keamanan (Aviation Security) untuk dilakukan pemeriksaan. Alhasil, MS terancam didenda karena tindakan yang tidak pantas di pesawat, dianggap sebagai membahayakan penerbangan.

Tindakan semacam itu dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh penumpang dan awak pesawat. Hal ini juga dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan penerbangan.

MS juga dianggap dapat menyebabkan terganggunya keamanan dan keselamatan penerbangan serta membuat penerbangan mengalami keterlambatan pada rute Jakarta – Gorontalo dan Gorontalo – Jakarta. Perilaku MS juga ternyata bisa membuat rotasi pesawat berikutnya terganggu.

“Hukuman dan sanksi bagi penumpang yang merusak peralatan dan perlengkapan di pesawat diatur oleh peraturan yang berlaku. Menurut Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, tindak pidana di dalam pesawat udara selama penerbangan dapat mencakup perbuatan asusila, pelanggaran ketertiban dan ketentraman dalam penerbangan, pengambilan atau kerusakan peralatan pesawat udara, dan pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Tindakan-tindakan tersebut dapat dikenai sanksi pidana,” tulis keterangan dari Batik Air, yang diterima pada Sabtu, 15 Juli 2023.

Tindakan yang dilakukan MS itu bisa membawanya ke ranah pidana.

“Sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana di dalam pesawat udara selama penerbangan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan adalah pidana penjara atau pidana denda, sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Pidana penjara yang diberlakukan berkisar antara 1 hingga 15 tahun penjara, sedangkan pidana denda minimal Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan maksimal Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah),” tulis keterangan Batik Air.

Batik Air mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti peraturan dan tata tertib penerbangan yang berlaku, serta menjaga etika dan perilaku yang baik selama perjalanan. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru