Sunday, July 14, 2024
BerandaBerita UtamaGara-gara Sebut Megawati Ayang Bebeb, Ade Armando Dimiskinkan PDIP Rp 200 Miliar

Gara-gara Sebut Megawati Ayang Bebeb, Ade Armando Dimiskinkan PDIP Rp 200 Miliar

progresifjaya.id, KAB. BOGOR – Sidang perdana gugatan PDIP terhadap politikus PSI Ade Armando sudah digelar pada Rabu lalu dengan agenda mediasi pertama.

Namun sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Cibinong ini, belum dihadiri oleh kubu penggugat yakni Hasto dan Yasonna Laoly.

Karenanya, Ade Armando berharap sidang berikutnya pada pekan depan pihak penggugat dapat hadir.

Seperti diketahui, Ade Armando digugat PDIP karena dinilai telah menyebarkan  berita dan komentar hoax yang telah merugikan partai Kepala Banteng tersebut.

Tak tanggung – tanggung PDIP memiskinkan Ade Armando dengan menggugatnya sebesar Rp 200 miliar.

Gugatan itu dilayangkan PDIP lantaran Ade menterjemahkan kabar hoax tentang Megawati.

“Jadi ada video yang beredar di youtube,  anonimlah. Jadi di video itu Ade Armando komentarin. Dia rilis khusus untuk komentarin berita itu. Setelah kami cek akun itupun akun gak jelas, akun gelap ” ujar Tim Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPP PDIP Johanes Lumban Tobing kepada wartawan beberapa hari lalu.

“Jadi kami sangat menyayangkan, apa kapasitasnya Ade Armando mengomentari, memberi tanggapan?  terhadap video video anonim yang diterjemahkan sesuka perutnya Ade Armando dewe,” ucap Johanes.

Menurut Johanes, Ade Armando menterjemahkan kabar hoax menjelang pemilu telah merugikan PDIP. Sementara tensi politik sedang tidak baik – baik saja. Dan hal itu juga dinilai telah merugikan PDIP.

Dia mempertanyakan, apa fungsinya Ade  menterjemahkan kabar hoax hingga akhirnya mempublikasikan dalam bentuk video di kanal YouTube @Ade Armando official yang berjudul ” Benarkah Megawati Ngamuk Karena Kaesang Gabung PSI”.

Kemudian kata Johanes  Ade juga menterjemahkan, “Karena Marah marah,  di sini ada raja dari Solo, Rajawali. Jadi ada ayang bebeb. Jadi dia terjemahkan dengan sesuka hati Ade Armando, ” kata Johanes.

Dan menurut Johanes hal yang paling kurang ajar adalah, dalam berita hoax itu menyebut ‘ayang bebeb’ itu diterjemahkan atau diasosiasikan dengan Megawati, sedangkan raja Solo adalah Jokowi,  hingga Megawati mengeluarkan tongkat sakti karena Kaesang gabung PSI.

Untuk diketahui, sidang kedua pada Rabu depan masih beragendakan mediasi. (Zul)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru