Monday, July 15, 2024
BerandaBerita UtamaHasil Audensi Belum Temukan Pencerahan, Kuasa Hukum Minta Wali Kota Jakarta Utara...

Hasil Audensi Belum Temukan Pencerahan, Kuasa Hukum Minta Wali Kota Jakarta Utara Serius Tanggapi Keluhan Warga

progresifjaya.id, JAKARTA – Tim Kuasa Hukum dari Makmur Bin Madja Bin Iyan selaku ahli waris Almarhum Irang Binti Milun menyampaikan belum ada pencerahan dari hasil audensi dengan sejumlah pejabat di lingkungan Walikota Jakarta Utara yang dilaksanakan di Lantai 2 Ruang Rapat Kantor walikota Jakarta Utara, baru-baru ini.

Audensi digagas Biro Hukum Kantor Walikota Jakarta Utara tersebut dihadiri Lurah Papanggo, Lurah Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, BPN Jakarta Utara, Kapala Badan Inventarisasi Aset Pemda DKI, Kepala Pendapatan Pajak Daerah Jakut.

Namun disayangkan pihak pengembang PT. TIWA tidak hadir, padahal dalam undangan tertera dan tidak semua pejabat berwenang bisa hadir. Adapun yang hadir banyak yang tidak kompeten dan menguasai persoalan.

Untuk itu, Ade Leo Pratama dari Advokat dan Kosultan Allan Safri SH dan Rekan selaku tim kuasa hukum pun menyayangkan kesempatan baik untuk mencari solusi dan memecahkan persoalan warga belum tuntas. Menurut Ade Leo, tanah garapan yang terdaftar sudah mendapat ganti rugi sementara kliennya belum.

“Klien kami sampai saat ini belum sepenuhnya diberikannya haknya sebagai ahli waris yang mempunyai hak garap sesuai poin no 2 (dua). Maka untuk itu, kami mempertanyakan peran dari Lurah Papanggo dan peran perangkat pemerintah kota dalam hal ini Walikota Jakarta Utara terkait hak-hak klien kami yang belum dibayarkan,” katanya.

Tim kuasa hukum menyampaikan beberapa hal yang menjadi tuntutan dari kliennya terkait Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Lurah Papanggo, M. Suhaemi Abidin pada tanggal 17 Agustus 1979 perihal tanah Eig. Verponding Indonesia Nomor 5599 sejak tahun 1939 yang terletak di Kampung Papanggo sebanyak 2 (dua) tempat yang masing-masing terdaftar pada peta inventarisasi dengan Nomor Urut 78 dan Noreg 183 seluas 600 m2 serta Nomor Urut 25 dan Noreg 216 seluas 13.050 m2 terletak di wilayah Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kepada orang tuanya Makmur Bin Maja Bin Iyan (Alm) yang adalah ahli waris dari Ireng Binti Milun (Almh), yang beralamat di Jalan Warakas Gang 21 No. 9 RT 008/012 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara.

Meski banyak yang tidak kompoten dan menguasai perihal tuntutan tersebut, kuasa hukum meminta pemerintah dalam hal ini Walikota Jakarta Utara serius dalam menyikapi tuntutannya.

“Untuk itu pihak kuasa hukum mengharapkan dalam audensi yang kedua nanti semua pihak dapat hadir terutama dari tiga PT yang kehadiran sangat kami tunggu karena banyak hal yang ingin kami pertanyakan,” ujar Ade Leo Pratama.

“Kami meminta kepada Walikota Jakarta Utara untuk bisa menghadirkan pihak-pihak pemerintah terkait, PT. Yakin Gloria, PT. Sakna Nusantara dan PT. TIWA Muda Contractor untuk bisa duduk bersama mencari solusi terkait hak-hak klien kami yang sepenuhnya belum dibayarkan dan diterima, mengingat keadaan perekonomian klien kami yang pada saat ini memprihatinkan dan kondisi fisiknya sedang sakit stroke sehingga selama ini merasa hak-hak mereka sudah didzolimi,” ungkapnya.  (Mus/Ari)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru