Sunday, July 21, 2024
BerandaBerita UtamaHasil Survei Lembaga Indikator Politik Indonesia: Sejumlah Parpol Besar Berpotensi 'Melamar' Erick...

Hasil Survei Lembaga Indikator Politik Indonesia: Sejumlah Parpol Besar Berpotensi ‘Melamar’ Erick sebagai Cawapres

progresifjaya.id, JAKARTA – Hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Erick Thohir merupakan bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang difavoritkan oleh sejumlah pemilih dari partai politik (parpol).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan bahwa peluang Menteri BUMN itu untuk diusung sebagai cawapres sangat besar karena sangat diminati oleh pendukung partai-partai besar di parlemen.

Sejumlah parpol besar seperti Partai Gerindra, PDI Perjuangan, hingga dari PKB disebutnya berpotensi ‘melamar’ Erick sebagai cawapres.

Hal ini disampaikannya saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Kepemimpinan Nasional dan Dinamika Elektoral Jelang 2024 di Mata Generasi Muda’ secara virtual, Minggu (23/7/2023).

“Untuk pemilih PKB sebanyak 33,1 persen memilih Erick sebagai cawapres. Kemudian, 25,3 memilih Khofifah, 16,3 persen untuk AHY, selanjutnya 13,9 untuk pak Sandi dan 7,1 persen memilih Ridwan Kamil. Jadi, banyak pendukung PKB yang memilih Erick dan Khofifah,” katanya dalam forum virtual tersebut.

Lebih terperinci, dia melanjutkan bahwa untuk pemilih dari Partai Gerindra sebanyak 27,4 persen memilih Erick Thohir sebagai cawapres. Kemudian, Ridwan kamil menduduki peringkat kedua dengan perolehan 25,7 persen, sedangkan posisi ketiga ditempati dengan angka 16,3 persen oleh Sandiaga Salahuddin Uno, dan 13,8 persen memilih Khofifah serta sebanyak 11,6 persen memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pendukung Gerindra kami lihat lebih banyak memilih Erick dan Ridwan Kamil mereka mendapat perolehan di atas 25 persen,” ucapnya.

Di sisi lain, pendukung dari partai berlogo moncong banteng berwarna putih atau PDI Perjuangan juga mengunggulkan Ketua PSSI itu dengan suara 26,3 persen memilihnya sebagai cawapres. Sehingga diyakininya Erick layaknya kunci untuk memenangkan pesta demokrasi 5 tahun sekali itu.

Lalu, 24,5 persen lebih mendukung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, posisi ketiga masih ditempati oleh Sandiaga dengan 17 persen, dan 11,6 persen suara untuk Khofifah Indar Parawansa dan serta posisi bontot dengan 8,9 persen untuk AHY.

“Untuk PDIP, pendukung masih menonjolkan Erick dan Ridwan Kamil sebagai cawapres,” katanya.

Erick Bisa Genjot Elektoral Capres Burhanuddin juga melihat bahwa bakal calon presiden (capres) yang meminang Erick Thohir sebagai Cawapresnya akan menuai peningkatan suara hingga kenaikan 4 persen di atas Capres yang tidak memilihnya sebagai pasangan. Dia memerinci bahwa berdasarkan hasil survei, apabila disimulasikan 3 pasangan Capres dan Cawapres, dimana Ganjar Pranowo dipasangkan dengan Erick Thohir akan meraih dukungan 37,7 persen sehingga keduanya akan unggul jika berhadapan dengan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto sebanyak 33,2 persen.

Sedangkan Anies Baswedan/Agus Harimurti Yudhoyono hanya mampu meraih 21,8 persen. Kemudian, Prabowo yang dipasangkan dengan Erick Thohir, maka keduanya meraih pemilih sebanyak 35,7 persen sehingga dapat unggul tipis jika melawan pasangan Ganjar Pranowo/Sandiaga Salahuddin Uno di angka 35,1 persen.

Adapun, Anies Baswedan/Agus Harimurti Yudhoyono hanya mampu meraih 21,4 persen. Anies Baswedan bisa mendongkrak namanya apabila dipasangkan dengan Sandiaga Salahuddin Uno meskipun perolehan suaranya belum di atas 25 persen atau hanya memperoleh 22,7 persen.

Sementara itu, posisi Prabowo bisa kalah jauh dari pasangan Ganjar Pranowo/Erick Thohir apabila Ketum partai Gerindra itu memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya, sebab mereka hanya bisa menghasilkan suara hingga 32,6 persen saja. Dibandingkan Ganjar/Erick dengan 37,3 persen suara.

“Dalam simulasi tiga nama, Erick Thohir memberikan daya ungkit. Besarnya sekitar 4 persen. Masih tipis, tetapi dalam persaingan yang sungguh ketat saat ini, angka 4 persen itu adalah sangat penting untuk memenangkan pilpres 2024,” tuturnya.

Burhanuddin pun memaparkan sjumlah faktor yang menjadikan Erick begitu kuat memberi daya ungkit, dimana alasannya adalah sepak bola. Ketua PSSI itu meraih banyak dukungan akibat masyarakat yang puas atas kinerjanya membenahi olah raga yang dicintai masyarakat Indonesia itu.

Apalagi, Erick dengan ragam upaya berhasil mengantarkan sepak bola Indonesia meraih prestasi internasional, seperti meraih emas pada Sea Games 2023 dan membawa Tim Nasional La Albiceleste Argentina ke Indonesia beberapa waktu lalu. Prestasi itu membuat 92 persen responden menyatakan puas atas hasil kerjanya di PSSI.

Tak hanya itu, Erick Thohir juga meraih dukungan sebagai cawapres dari basis pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Sebanyak 22,7 persen memilih Erick Thohir, disusul 19,4 persen Ridwan Kamil dan 14,4 persen Sandiaga Uno. Lalu, 11,4 persen AHY dan 9,6 persen Khofifah Indar Parawansa.

Untuk diketahui, survei ini digelar pada 20—24 Juni 2023 terhadap 1.220 responden. Responden diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru