Wednesday, May 29, 2024
BerandaOlahragaIndonesia Gagal Kawinkan Gelar Thomas dan Uber Cup, China Memang Perkasa

Indonesia Gagal Kawinkan Gelar Thomas dan Uber Cup, China Memang Perkasa

progresifjaya.id, JAKARTA – Indonesia gagal mengawinkan gelar Thomas dan Uber Cup 2024. Indonesia terpaksa harus menyerah dari tuan rumah China. Meski tim Thomas dan Uber Indonesia berhasil sampai ke final, namun tim merah putih dipaksa harus puas hanya meraih gelar runner up atau juara dua.

Harus diakui China memang perkasa. Akan tetapi, pencapaian tahun ini merupakan terbaik bagi tim beregu Uber dan Thomas Cup. Tim Uber secara mengejutkan melenggang ke final.

Tim Uber Indonesia gagal meraih emas meskipun Gregoria Mariska Tunjung, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo sudah berjuang.

Dikutip dari akun X @badmintontalk, Gregoria Mariska Tunjung kalah dari vs Chen Yufei 7-21 16-21.

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto kalah dari Chen Qingchen/Jia Yifan 11-21 8-21

Dan Ester Nurumi Tri Wardoyo kalah dari He Bingjiao dengan skor 21-10 15-21 17-21.

Tim Uber Indonesia harus puas dengan meraih medali perak. Meski begitu, bendera merah putih tetap berkibar di Chengdu, China.

Sore harinya, tim Thomas Indonesia juga sudah berusaha bermain total dengan menurunkan empat partai partai yaitu Anthony Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Jonatan Christie, dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana.

Skor tim Thomas yaitu Anthony Sinisuka Ginting kalah dari Shi Yuqi 17-21 6-21, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang 18-21 21-17 17-21.

Usaha tim Thomas sempat memperpanjang napas dengan kemenangan Jonatan Christie dari Li Shifeng 21-16 15-21 21-17.

Namun asa Indonesia meraih Thomas pupus setelah Bakri atau Bagas Fikri kalah dari He Jiting/Ren Xiangyu 11-21 15-21.

Dengan hasil ini, Tiongkok berhasil mengawinkan dua Piala yakni Thomas dan Uber.

“China becomes the first nation since China (in 2012) to win both the Thomas and Uber Cup in the same edition. (China menjadi negara pertama sejak China tahun 2012 yang mengawinkan Thomas dan Uber dalam waktu bersamaan),” tulis akun X @badmintontalk.

Netizen berkomentar beragam, memuji perjuangan tim Indonesia, dan juga kehebatan China.

“Tapi emg keren sih china ini,” tulis netizen.

“Dia malah ngawinin piala,” tulis yang lain.

“Atmoster tuan rumah juga pengaruh ya seertinya, dulu waktu di denmark byk yg gasuka kalo china menang, waktu final pada dukung Indonesia. But congratss chinaa, besok” bagi gelar napa,” tulis netizen.

Meski begitu, netizen semua salut dengan perjuangan tim Thomas dan Uber yang sudah berjuang sampai sejauh ini. Terutama tim Uber Indonesia yang berhasil melaju sampai ke final setelah puasa gelar bertahun-tahun. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru