Sunday, July 21, 2024
BerandaBerita UtamaIPW Curiga Penguntitan Jampidsus Berkaitan Kasus Tambang

IPW Curiga Penguntitan Jampidsus Berkaitan Kasus Tambang

progresifjaya.id, JAKARTA – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menanggapi peristiwa Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah yang dikabarkan dikuntit oleh anggota Densus 88.

Sugeng mengatakan IPW melihat hal ini terjadi salah satunya berkaitan dengan kewenangan penanganan kasus dalam hal ini kasus tambang.

“IPW melihat bahwa pemantauan oleh densus terhadap jampidsus itu kalau satu kegiatan pemantauan tentu tidak bisa berdiri sendiri, artinya bukan buat kepentingan perseorangan, tetapi itu adalah tugas yang sedang dijalankan,” kata Sugeng kepada wartawan, Minggu, 26 Mei 2024.

“IPW melihat dugaan ada dua isu, satu isu pertama adalah isu dugaan korupsi, isu kedua adalah terkait dengan adanya konflik kewenangan antara dua lembaga, antara polisi dan kejaksaan,” lanjutnya.

Soal kewenangan penanganan kasus, IPW melihat akhir-akhir ini Kejagung kerap menangani kasus berkaitan dengan tambang. Padahal tambang merupakan ranah dari kepolisian.

“Beberapa waktu lalu IPW mendapatkan informasi bahwa kejaksaan begitu intensif terlibat di dalam penanganan kasus tambang. Padahal kasus tambang itu bukan kewenangan kejaksaan, tetapi kejaksaan mengambil dari aspek korupsinya, karena kasus tambang itu adalah tindak pidana yang menjadi kewenangan Polri,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mempersilakan agar hal ini ditanya kepada dua instansi guna memastikannya dugaan tersebut.

“Karena itu apakah ada kaitan dengan dua isu tersebut, ya ditanyakan kepada masing masing instansi saja,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Densus 88 diduga menguntit Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Peristiwa terjadi saat makan malam di salah satu restoran di Cipete, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dari peristiwa tersebut, dikabarkan terdapat satu anggota ditangkap yaitu Bripda IM. Saat itu dia diduga menyamar sebagai karyawan perusahaan BUMN dengan inisial HRM. Berdasarkan informasi yang diterima, dia saat itu tengah menjalankan misi “Sikat Jampidsus.”

Tak sendiri, IM diduga menjalankan misi bersama lima orang lainnya yang dipimpin seorang perwira menengah Kepolisian. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru