Sunday, July 21, 2024
BerandaBerita UtamaIPW Ungkap Ada Informasi Penyerahan Dana dari SYL ke Pimpinan KPK: Kombes...

IPW Ungkap Ada Informasi Penyerahan Dana dari SYL ke Pimpinan KPK: Kombes IA Jadi Saksi Kunci

progresifjaya.id, JAKARTA – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengaku mendapatkan informasi bahwa Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menyerahkan dana dari eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pimpinan yang dimaksud diduga Ketua KPK Firli Bahuri. Diketahui, pimpinan KPK diduga memeras Syahrul dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian pada 2020-2023.

“Dari informasi yang IPW dapatkan, posisi Kombes IA (Irwan) hanya membantu permintaan dari SYL (Syahrul) untuk menyampaikan titipan dana kepada yang diduga FB (Firli),” ucap Sugeng dalam tayangan video yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).

Sugeng berujar, dana itu diterima langsung oleh Firli.

“Bahwa benar dana itu diterima oleh sasaran, yaitu FB, atau tidak tergantung hasil pemeriksaan,” ujar dia.

Karena itu, berdasarkan informasi yang diterima IPW, Sugeng mengatakan, keterangan Irwan Anwar dinilai sangat penting untuk mengungkap kasus dugaan pemerasan ini.

“Posisi IA jadi sangat penting dalam pengungkapan kasus ini,” kata dia.

Saksi Kunci

Ketua IPW menyebut Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) diperas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kombes Irwan Anwar adalah saksi kunci di dalam perkara dugaan pemerasan, gratifikasi, yang disebutkan oleh SYL kepada pimpinan KPK,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso , Senin (9/10/2023).

Menurut Sugeng, keterangan Anwar sangat penting untuk mengungkap kasus ini.

“Dia (Anwar) bisa menjerat pimpinan KPK dengan keterangannya atau dia bisa kemudian menjadi martir, menahan posisi, nanti menjadi tersangka pada dirinya,” papar dia.

“Oleh karena itu, keterangan Anwar sangat strategis,” imbuh Sugeng.

Sugeng Teguh Santoso mengatakan, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar harus diberi perlindungan karena terlibat kasus dugaan pemerasan yang dialami eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo oleh Pimpinan KPK.

“Kombes Irwan Anwar harus diberi perlindungan terkait dengan keterangannya yang sangat signifikan dan penting agar ia (Anwar) bisa membuka secara terang benderang kasus ini,” papar dia.

Selain itu, Sugeng meminta kepada Polda Metro Jaya agar menjamin Anwar dan dijadikan sebagai whistle blower.

“Oleh karena itu harus ada jaminan dari pihak Polda Metro Jaya, bahwa Kombes Irwan Anwar ini dijadikan sebagai whistle blower,” papar dia.

Sebelumnya, Kombes Irwan Anwar ikut diperiksa sebagai saksi untuk keperluan penyidikan kasus dugaan pemerasan Syahrul Yasin Limpo oleh pimpinan KPK.

Kini, kasus dugaan pemerasan atas eks Mentan Syahrul sudah dinaikkan Polda Metro Jaya ke tahap penyidikan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku belum mendapatkan informasi lebih detail terkait pemeriksaan Kombes Irwan Anwar.

“Sejauh ini, saya belum mendapatkan informasi. Nanti akan saya tanyakan penyidik, dalam hal ini dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya,” kata Trunoyudo di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Saat dikonfirmasi apakah benar Kombes Irwan Anwar menjadi perantara yang menyerahkan uang dari Syahrul ke Firli, Trunoyudo dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak belum merespons.

Diketahui, Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut dugaan pemerasan Syahrul Yasin Limpo oleh pimpinan KPK. Polda Metro Jaya juga telah memeriksa Kombes Irwan Anwar sebagai saksi.

Kini Polda Metro Jaya sudah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

Dalam menangani kasus ini, Polda Metro Jaya juga menyelidiki pertemuan Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo di lapangan badminton yang fotonya beredar luas di internet.

Firli Bantah Tudingan

Sementara itu, Firli mengaku bertemu dengan Syahrul di lapangan badminton sebelum KPK memulai penyelidikan dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Firli mengaku bertemu Syahrul Yasin Limpo pada 2 Maret 2022 di tempat terbuka dan disaksikan banyak orang.

Menurut Firli, dugaan rasuah di Kementan baru naik ke tahap penyelidikan sekitar Januari 2023.

“Maka dalam waktu tersebut (2 Maret 2022), status saudara Syahrul Yasin Limpo bukan tersangka, terdakwa, terpidana, ataupun pihak yang berperkara di KPK,” ujar Firli dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/10/2023).

Firli juga membantah tudingan pemerasan dan penerimaan uang dalam jumlah miliaran rupiah dari Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Firli, persoalan dugaan pemerasan yang saat ini mengarah ke pimpinan KPK merupakan bentuk serangan balik para koruptor.

“Sangat mungkin saat ini para koruptor bersatu melakukan serangan, apa yang kita kenal dengan istilah when the corruptor strike back,” kata Firli. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru