Monday, July 15, 2024
BerandaBerita UtamaJelang Pemilu 2024, Anies – Muhaimin Bakal Kampanye Akbar di JIS

Jelang Pemilu 2024, Anies – Muhaimin Bakal Kampanye Akbar di JIS

progresifjaya.id, JAKARTA – Capres nomor urut 1 Anies Baswedan akan berkampanye akbar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara sebelum masa tenang Pemilu 2024. Alasannya, karena JIS bisa menampung puluhan ribu sehingga Timnas AMIN memilih untuk lokasi kampanye terakhirnya di Pilpres 2024 pada 10 Februari 2024 mendatang.

“Ya paling sederhana kapasitasnya. Bisa paling sederhana itu. Tentu ada kedekatan emosional. Iya, memang itu di pinggir jalan tol, baliho terbesarnya itu,” kata Anies di Kantor Konferensi Wali Gereja (KWI), Jakarta, Kamis 18 Januari 2024.

Anies menambahkan, mahakarya sewaktu menjabat Gubernur DKI Jakarta itu dibangun tanpa menggunakan tenaga-tenaga asing. Selain itu, Anies juga menyinggung jika JIS merupakan bangunan berstandar ramah lingkungan dan representasi keragaman masyarakat Jakarta.

“Nah ketika kami mengkampanyekan tentang kemandirian, penyampaian tentang karya-karya anak bangsa, yang salah satu yang paling tepat untuk jadikan lokasi adalah JIS,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Jubir Timnas AMIN Usamah Abdul Aziz. Usamah mengatakan, lokasi kampanye terakhir AMIN akan diselenggarakan di JIS.

Selain itu, seluruh partai pengusung yakni Nasdem, PKB dan PKS serta partai pendukung yakni Partai Ummat juga baoal mengerahkan seluruh kader dan massa.

Sehingga nantinya kampanye akbar yang mengundang banyak massa yang diprediksi bakal mencapai ratusan ribu. Ia menyatakan JIS sengaja dipilih lantaran memiliki kapasitas yang besar untuk menampung massa.

“JIS juga pakai karena kapasitasnya paling besar,” kata Usamah.

Sebagai informasi, KPU telah menetapkan jadwal kampanye akbar atau rapat umum Pemilu 2024 pada 21 Januari hingga 10 Februari. Jadwal itu dirilis untuk memaksimalkan waktu kampanye sebelum memasuki masa tenang kampanye.

Kampanye rapat umum dibagi menjadi tiga zona, yakni zona a, b, dan c yang terbagi dalam 38 Provinsi. Pembagian waktu dan lokasi diatur proporsional kepada setiap paslon agar mencegah kemungkinan gesekan antar pendukung paslon Capres-cawapres. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru