Minggu, November 28, 2021
BerandaHukum & KriminalKapolres Ciko: Vidio yang Beredar Tentang Adanya Pembacokan adalah Hoax

Kapolres Ciko: Vidio yang Beredar Tentang Adanya Pembacokan adalah Hoax

progresifjaya.id, KOTA CIREBON – Marak beredar video kekerasan durasi 19 detik di pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang kejadiannya seolah-olah menggambarkan ketika selesai pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu). Dimana dalam video kekerasan yang beredar tersebut, adanya warga yang saling serang dan terjadi pembacokan dengan senjata tajam, yang digambarkan sebagai tawuran antar pendukung.

Dengan tegas disampaikan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP M. Fahri Siregar bahwa video kekerasan tersebut yang beredar adalah hoax. Hal ini di sampaikan oleh Kapolres Ciko dalam Rapat Anew tingkat Polres Cirebon Kota, Selasa (23/11/2021).

“Ada indikasi video tersebut sengaja di share untuk membuat keruh suasana. Padahal saat ini, daerah yang terjadi sedikit salah paham kemarin yaitu Desa Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Masyarakatnya sudah berjalan normal dan kondusif, masyarakatnya sudah beraktifitas seperti biasa,” ungkap Kapolres Cirebon Kota.

Menurut Fahri, dari video kekerasan tersebut ada kejanggalan yaitu waktunya malam hari. Sementara kejadian salah paham antar beberapa warga adalah sore hari dan sebelum maghrib, sudah kondusif serta aman.

Kejanggalan berikutnya terlihat dalam video kekerasan tersebut didominasi anak-anak muda. Kemudian kejanggalan berikutnya dari bahasa yang terdengar dan juga lokasi kejadian, bukan wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

“Namun demikian, kami akan terus melaksanakan patroli siber guna mengetahui secara pasti dimana kejadian atas video kekerasan yang beredar tersebut,” ungkap Kapolres Cirebon Kota melalui Iptu Ngatidja.

“Kepada seluruh warga masyarakat diimbau agar tetap tenang dan jangan merasa gelisah atau menjadi takut. Kami pihak kepolisian, akan senantiasa siaga 24 jam guna menciptakan situasi yang kondusif pasca Pilwu Serentak tahun 2021,” tambah Kasi Humas Polres Cirebon Kota, Iptu Ngatidja.

Penulis: Pi’i

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru