Minggu, November 28, 2021
BerandaBerita UtamaKasus Covid Kembali Acak-acak Eropa, WHO Sarankan Perlu Vaksin Booster

Kasus Covid Kembali Acak-acak Eropa, WHO Sarankan Perlu Vaksin Booster

progresifjaya.id, JAKARTA – Kasus Covid-19 kembali meledak di Eropa. Bahkan, ada negara yang sudah menerapkan penguncian alias lockdown.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan total kematian akibat Covid-19 di seluruh Eropa kemungkinan akan melebihi angka 2 juta pada Maret 2022. Dengan angka tersebut, pandemi telah menjadi penyebab kematian nomor satu di kawasan tersebut.

WHO menyebut kematian yang dilaporkan telah meningkat menjadi hampir 4.200 per hari atau dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada bulan September, sedangkan kematian kumulatif yang dilaporkan di wilayah tersebut, termasuk Inggris, telah melampaui 1,5 juta.

Menggambarkan situasinya sebagai “sangat serius”, WHO mengatakan pihaknya memperkirakan terjadi “tekanan tinggi atau ekstrem” di rumah sakit karena kekurangan tempat tidur di 25 dari 53 negara di kawasan itu. Unit perawatan intensif di 49 negara akan mengalami tekanan yang sama.

Dari tren kenaikan kasus Covid-19 saat ini, WHO memprediksi jumlah kematian kumulatif di kawasan itu akan melampaui 2,2 juta pada 1 Maret 2022.
Austria minggu ini menjadi negara Eropa barat pertama yang kembali menerapkan penguncian (lockdown) sejak inokulasi dimulai awal tahun ini. Peningkatan kasus didorong oleh varian Delta yang sangat menular yang sekarang dominan di seluruh wilayah, menurut WHO seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (24/11).

WHO mengungkapkan sebagian masyarakat masih ragu dengan vaksinasi dan pelonggaran juga menjadi salah satu penyebab meluasnya kembali paparan Covid-19.

Dengan semakin banyak orang berkumpul di dalam ruangan dalam cuaca akhir musim gugur yang lebih dingin dan tingkat vaksinasi yang rendah maka kemanjuran vaksin terhadap bentuk penyakit yang parah berkurang. Mereka rentan rentan terhadap virus, menurut WHO.

“Penting bagi semua negara untuk mengadopsi pendekatan vaksin plus. Hal itu menunjukkan dosis standar vaksin saja tidak cukup sehingga perlu booster,” kata Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge dikutip dari TheGuardian, Rabu (24/11/2021).

Editor: Hendy

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru