Thursday, June 13, 2024
BerandaBerita UtamaKasus Korupsi BTS Kominfo: Setelah Rp27 Miliar Kini Muncul Misteri Uang Rp243...

Kasus Korupsi BTS Kominfo: Setelah Rp27 Miliar Kini Muncul Misteri Uang Rp243 Miliar

progresifjaya.id, JAKARTA – Kasus korupsi BTS yang menyeret nama Menpora Dito Ariotedjo terus bergulir. Setelah Rp27 miliar kini muncul misteri uang Rp243 miliar.

Isu tentang uang Rp27 miliar yang dikembalikan ini diungkapkan oleh pengacara Direktur PT Solitech Media Synergi Irwan Hermawan, Maqdir Ismail.

Maqdir mengatakan jika tak berselang lama setelah pemanggilan Menpora Dito oleh Kejagung, ada pihak swasta yang mengembalikan uang sebesar Rp27 miliar.

Uang sebesar Rp27 miliar tersebut dikembalikan dalam bentuk uang dollar AS

Sang pengacara senior tidak menyebutkan siapa pihak swasta yang dimaksud. Tapi sebelumnya Irwan Hermawan mengatakan bahwa dirinya mengalirkan dana dengan nilai yang sama kepada Menpora Dito Ariotedjo.

Terkait hal ini, nama Maqdir Ismail kemudian viral. Kejagung kemudian memanggil pengacara tersebut pada Senin 10 Juli 2023 kemarin.

Namun, Maqdir mengatakan dirinya tak bisa memenuhi panggilan dan minta dijadwalkan ulang. Setelah misteri Rp27 miliar, kini muncul misteri baru dengan nominal yang lebih besar yakni Rp243 miliar.

Misteri ini diungkap oleh Irma Hutabarat selaku Juru Bicara PSI yang ikut memberikan komentarnya terkait mega korupsi BTS ini.

Menukil keterangan yang konon diberikan Irwan Hermawan, selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy, uang Rp243 miliar merupakan duit yang digunakan oleh sang komisaris untuk meredam isu korupsi agar tak menyeruak ke permukaan.

Menurut Irma, uang Rp243 miliar tersebut didapat dari saweran konsorsum dan sub kontraktor proyek BTS.

“Irwan menebar Rp243 miliar untuk meredam kasus korupsi ini. Bayangkan, uang Rp243 miliar itu banyak lho. Uang diperoleh dari saweran konsorsium dan sub kontraktor proyek BTS itu,” kata Irma dilansir dari video yang diunggah di Twitter PSI.

Sebelumnya, Irwan Hermawan memang menyebut mendapatkan uang Rp243 miliar. Namun uang tersebut digunakan untuk dialirkan ke 11 penerima.

Yang jadi misteri, hingga kini tak ada muncul nama-nama para politisi yang diduga turut terlibat. Inilah yang kemudian membuat publik mempertayakan manuver Kejagung. Ke mana saja aliran dana Rp243 miliarnya? (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru