Monday, July 15, 2024
BerandaHukum & KriminalKasus Tewasnya Putri Pj Gubernur: Tersangka Menyetubuhi Korban Setelah Keduanya Mabuk

Kasus Tewasnya Putri Pj Gubernur: Tersangka Menyetubuhi Korban Setelah Keduanya Mabuk

progresifjaya.id, SEMARANG – Sudah sering terjadi perkenalan melalui media sosial berujung petaka, utamanya yang jadi korban kaum hawa. Oleh karenanya, harus ekstra hati-hati, jika seorang wanita diajak kencan pria yang baru dikenalnya.

Seperti terjadi terhadap anak Pejabat Gubernur Papua Pegunungan yang masih di bawah umur. Pelajar kelas dua SMA itu harus meregang nyawa di tangan mahasiwa semester 4 yang baru dikenalnya di media sosial.

Seperti dilansir TribunJateng.com, tersangka Ahmad Nashir (22)  pembunuh putri Pj Gubernur Pegunungan Papua Nikolaus Kondomo berinisial ABK (16) berhasil ditangkap petugas Polrestabes Semarang. Sejumlah fakta terungkap keduanya berkenalan melalui media sosial Instagram.

Saat peristiwa terjadi, merupakan  perjumpaan pertama mereka meski sebelumnya sudah berkomunikasi selama 15 hari di dunia maya itu.

Putri sang Pj Gubernur tewas di rumah sakit Elizabeth Semarang sesudah alami kejang-kejang di kos milik tersangka.
Tragisnya, sebelum tewas korban sempat diajak menenggak minuman keras lalu disetubuhi.

“Tersangka mengakui menyetubuhi korban. Namun,  keterangan tersangka tidak memaksa tapi fakta ada luka di kemaluan korban,” ucap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar dalam konferensi pers di kantornya, Senin  (22/5).

Tersangka Nashir merupakan mahasiswa semester empat di sebuah perguruan tinggi swasta di kota Semarang, Jawa Tengah dan bermukim di Jalan  Kyai Morang Raya, Penggaron Kidul, Pedurungan Kota Semarang. Sedangkan korban adalah pelajar kelas 2 SMA Negeri di kota yang sama.

Keduanya saling kenal di media sosial Instagram.  pada 3 Mei 2023, mereka saling tukar nomor telegram dan WhatsApp.

Kemudian mereka terus menjalin komunikasi hingga akhirnya janji bertemu pada Kamis, 18 Mei 2023 pukul 10.00 WIB.

Korban dijemput tersangka menggunakan motor lalu dibawa ke kos Venus Jalan Pawiyatanluhur, Tinjomoyo, Banyumanik.

Kendati warga Kota Semarang, tersangka memiliki kamar kos di sana.
Tersangka baru menyewa kamar tersebut dua minggu sebelum kejadian. Di sisi lain, korban dan tersangka sudah kenal selama 15 hari.

“Nah, ini juga masih didalami penyidik, apakah tersangka sudah menyiapkan kos ini untuk mengajak korban,” terang  Kombes Irwan Anwar.

Korban lalu dibawa masuk ke dalam kamar nomor 40 dan di situ sudah ada jenis miras Kawa-kawa dan Anggur Merah yang sebelumnya sudah dipersiapkan tersangka.

“Mereka ngobrol lalu minum. Keterangan tersangka korban minum inisiatif sendiri. Ada terjadi hubungan seksual. Habis itu korban mual,” kata Irwan.

Korban alami mual yang cukup luar biasa hingga tersangka panik, lantas keluar kamar kos untuk membelikan air kelapa dan susu beruang.

Ternyata, dua minuman tersebut tak mengurangi rasa mual  hingga akhirnya korban kejang-kejang.

Tersangka lalu memesan taksi online kemudian membawa korban ke rumah sakit Elizabeth

Ia dibantu beberapa penghuni kos saat membawa korban ke rumah sakit.

“Tersangka melakukan pelecehan seksual ke korban sekira pukul 15.00, kemudian korban kejang-kejang dibawa ke rumah sakit pukul 16.00, tak lama setelah diperiksa dokter korban sudah meninggal dunia,” papar Kapolrestabes.

Pihaknya dalam kasus ini telah menemukan beberapa bukti di antaranya tiga titik luka di kemaluan korban.

Terkait soal penyebab kematian, ia menyebut, korban alami gagal nafas, mati lemas akibat diduga keracunan. Dugaan keracunan tersebut masih dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Setidaknya ada tiga item pendalaman yang sedang diteliti yakni mikrobiologi, patologi, dan toksiologi.

“Oleh karena itu masih sedang dalam pemeriksaan meliputi tiga item tersebut,” katanya.

Lepas dari hal itu, tersangka telah terbukti melakukan pelecehan seksual yang menyebakan korban tewas.

Ia dijerat UU Perlindungan anak pasal 81 tentang persetubuhan anak di bawah umur dan pasal 338 tentang menghilangkan nyawa orang lain.
“Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun penjara ,” tandasnya. (Isa)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru