Saturday, June 15, 2024
BerandaInternasionalKecelakaan Maut di Kenya: Truk Hilang Kendali, Tabrak 8 Mobil dan Puluhan...

Kecelakaan Maut di Kenya: Truk Hilang Kendali, Tabrak 8 Mobil dan Puluhan Motor, Renggut 51 Nyawa

progresifjaya.id, JAKARTA – Gegara sopir truk kehilangan kendali, terjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat tragis. Dilaporkan 51 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam kecelakaan maut itu. Peristiwa tersebut memang bukan terjadi di Indonesia, melainkan di kota Londiani, Kenya, pada akhir pekan ini, Jumat (30/6) malam.

Seperti dilansir Africa News, Sabtu (1/7), setidaknya korban tewas yang terdata telah mencapai 51 orang. Kecelakaan yang mengerikan itu terjadi di jalan persimpangan ramai di kota tersebut.

Salah seorang petugas polisi setempat mengatakan kecelakaan berawal ketika sebuah truk hilang kendali dan menghantam setidaknya delapan mobil, beberapa motor, dan orang-orang yang berada di pinggir jalan.

Seorang pengguna jalan yang selamat dari peristiwa kecelakaan maut itu, Peter Otieno, mengatakan dirinya melihat sebuah truk datang dengan sangat cepat saat itu.

“Saya banting setir dan lolos dari tabrakan dengannya secara langsung. Orang yang [mobilnya] berada di belakang saya mengira saya ingin membeli sesuatu. Dia menyalip saya, dan saat itulah dia tertabrak. Truk keluar dari jalanan dan menabrak kendaraan-kendaraan lain,” ujar Otieno seperti dikutip dari CNN.com.

Kecelakaan maut yang merenggut 51 nyawa itu pun menarik perhatian Presiden Kenya, William Ruto. Ia langsung mengeluarkan pernyataan, negara berkabung dan berduka cita bagi warga yang kehilangan keluarganya dalam kecelakaan jalanan mengerikan di Londiani.

Tragedi di Londiani itu adalah kecelakaan terburuk di Kenya dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, kecelakaan terburuk di Kenya adalah di wilayah tengah ketika 34 orang tewas setelah bus yang mereka tumpangi masuk ke dalam sungai.

Menurut angka dari Otoritas Transportasi dan Keselamatan Nasional Kenya, sedikitnya 21.760 orang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tahun lalu, termasuk 4.690 orang yang meninggal. (Isa)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru