Saturday, June 15, 2024
BerandaHukum & KriminalKecewa Diminta Bayaran Lebih, Pelaku Nekat Sekap Wanita Open BO di Apartemen...

Kecewa Diminta Bayaran Lebih, Pelaku Nekat Sekap Wanita Open BO di Apartemen Kemayoran

progresifjaya.id, JAKARTA – Kecewa karena korban meminta bayaran lebih jadi motivasi Adi (34) untuk nekat menyekap RJ (19), seorang wanita ‘open BO’ di sebuah apartemen lantai 30 kamar 30 CA di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam penyekapan ini, Adi yang dibantu rekannya, Christ (29) menggasak iPhone 13 dan uang tunai Rp246.000 milik korban.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Anton Elfrino Trisanto dalam pernyataan resminya mengatakan, kedua pelaku memang sudah berencana matang untuk menyekap dan meninggalkan korban dalam kondisi mulut dilakban dan tangan diikat tali tambang.

Penyekapan ini berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Wakapolres Anton, dilatarbelakangi kekecewaan pelaku Adi karena korban meminta bayaran lebih. Saat itu, antara pelaku Adi dan korban sepakat untuk berhubungan dengan bayaran Rp400.000. Namun saat hubungan sudah selesai, korban meminta tambahan bayaran Rp100.000. Ini yang membuat pelaku Adi kecewa.

Selang beberapa waktu kemudian, pelaku Adi kembali memesan jasa korban. Namun ini kali dia mengajak temannya, Christ (29) agar aksinya untuk menyekap dan mencuri barang korban berjalan mulus.

“Mereka mempersiapkan peralatan tali dan lakban. Kedua pelaku kemudian mengorder korban sebagaimana mereka pernah saling kenal,” kata Wakapolres Anton, Senin, (20/5).

“Jadi niatan pertama pelaku memang mencuri. Karena dia kecewa, balas dendam kemudian mencuri. Berniat mencuri ponsel dan uangnya dengan cara korban dilakban dan diikat. Kemudian mereka mengambil barangnya dan uangnya, kabur dari lokasi. Nah, si korban ternyata berhasil melepaskan lakbannya dan berteriak,” imbuhnya lagi.

Pelaku Adi (34) berhasil diamankan di lobi apartemen tempat kejadian perkara. Sedangkan pelaku Christ (29), diciduk di Stasiun Gambir saat ingin kabur.

Keduanya kini sudah ditahan dan disangkakan   Pasal 365 KUHP dan Pasal 170 KUHP. Mereka terancam hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara. (Bembo)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru