Jumat, Desember 9, 2022
BerandaBerita UtamaKejaksaan Harus Panggil dan Periksa Pimpinan CV. Sarwo Bathi Permai dan Dinas...

Kejaksaan Harus Panggil dan Periksa Pimpinan CV. Sarwo Bathi Permai dan Dinas Pertamanan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta

Proyek Pembangunan RTH Taman Milyaran Rupiah Di Jakarta Selatan Molor

progresifjaya.id, JAKARTA – Aparat Kejaksaan diharapkan turun tangan untuk memanggil, dan memeriksa pimpian CV. SARWO BATHI PERMAI selaku pelaksana pekerjaan Proyek Pembangunan RTH Taman dengan nilai kontrak Rp.2 milyar lebih, termasuk pihak Dinas Pertamanan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta selaku pemilik proyek anggaran 2022.

Pasalnya, kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi dengan Sub jenis Kegiatan Pengelolaan RTH (Ruang Terbuka Hijau), nama Pekerjaan Pembangunan RTH Taman nilai kontrak sebesar Rp.2.278.252.570,56 (Dua Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Dua Ratus Dua Puluh Ribu LimaRatus Tujuh Puluh Koma Lima Puluh Enam Rupiah), volume 1 paket berasal dari sumber dana APBD, dimana untuk waktu pelaksanaannya 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kerja, awal kontrak 1 April 2022, dan akhir kontrak 29 Juli 2022 hingga akhir September 2022 masih belum terselesaikan.

“Sebagaimana diketahui pekerjaan proyek Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati milik Distanhut (Dinas Pertamanan dan Hutan Kota) Provinsi DKI Jakarta dengan anggaran Rp.2 milyar lebih berasal dari APBD Tahun Anggaran 2022, di Jalan SD 07 Pagi RT.06/09,Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang pelaksana pekerjaannya dipercayakan kepada CV.SARWO BATHI PERMAI meski sudah melewati batas akhir kontrak per tanggal 20 Juli 2022 lalu, hingga pekan pertama September 2022 berakhir belum juga terselesaikan dengan baik terkesan dibiarkan molor. Namun pihak pemilik proyek terkesan tutup mata,”.

Proyek Pembangunan yang acak-acakan. Gambar diambil, Kamis, (29/9/2022).(Foto: Asep Sofyan Afandi/progresifjaya.id)

Hal ini, diungkapan salah seorang pemerhati sosial dan kebijakan publik lulusan salah satu Universitas Negeri yang juga Konsultan, Muhammad Arief Rahman, saat dihubungi progresifjaya.id dalam menanggapi terkait molor dan masih amburadul Proyek Pembangunan RTH, di Jalan SD 07 Pagi RT.06/09, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, (29/9/2022).

Menurutnya, jika pengerjaan proyek tidak tepat waktu, sudah selayaknya tindakan itu dilakukan kepada pelaksana yang mendapat kepercayaan dengan terlebih dahulu memanggil dan memeriksa untuk diketahui alasan dari keterlambatan tersebut. “ Selain unsur perusahaan, aparat hukum seperti Kejaksaan harus pula memanggil pemilik proyek Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pertamanan Hutan Kota DKI Jakarta. Nilainya besar looh Rp.2 milyar lebih anggaranpun berasal dari APBD itu kan….uang rakyat Jakarta yang terkumpul…jangan-jangan ada permainan yang bias merugika keuangan Pemprov DKI Jakarta,” tutur, Dosen di Universitas Negeri ini.

Sementara itu, sejumlah pekerja di lingkungan Proyek Pembangunan kepada progresifjaya.id menuturkan, dirinya hanya disuruh bekerja menyelesaikan beberapa titik hingga 20 September 2022 hingga akhir September 2022, masalah keterlambatan dan molornya kontrak tidak mengerti. “Kami hanya disuruh menyelesaikan sejumlah titik awalnya sampai 15 September kemudian dimohon hingga 20 September ditambah hingga finising sampai akhir September, tuturnya, Rabu (28/9/2022).

Hal senada dituturkan pekerja dibagian penanaman rumput menurutnya, pemasangan rumput terlambat karena pengadaan material seperti tanah merahnya lambat jadi pengerjaanpun ikut lambat pula.

Pantauan progresifjaya.id, Rabu (28/9/2022) sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah titik proyek yang masih Nampak acak-acakan dan amburadul antara bagian di bagian Plaza, Joging Track Deck, penanaman rumput, kolam untuk danau, dan ada beberapa titik lain.

Sebelumnya, progresifjya.id mencatat sejumlah data dari sejumlah sumber,   jenis Kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi dengan Sub jenis Kegiatan Pengelolaan RTH (Ruang Terbuka Hijau), nama Pekerjaan Pembangunan RTH Taman nilai kontrak sebesar Rp.2.278.252.570,56 (Dua Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Dua Ratus Dua Puluh Ribu LimaRatus Tujuh Puluh Koma Lima Puluh Enam Rupiah), volume 1 paket berasal dari sumber dana APBD, dimana untuk waktu pelaksanaannya 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kerja, awal kontrak 1 April 2022, dan akhir kontrak 29 Juli 2022.

Molornya proyek Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta yang pelaksanaannya dipercayakan kepada CV.SARWO BATHI PERMAI dengan Konsultan Perencana PT. DAYA HANURAGA SINERGY serta Konsultan Pengawas  PT.TRIPRIMAKARYA KONSULTAN makin jelas.

Proyek pembangunan yang acak-acakkan. Gambar diambil, Kamis (29/9/2022).(Foto: Asep Sofyan Afandi/progresifjaya.id)

Menurut warga sekitar, proyek pembangunan sudah beberapa bulan lalu, dan sempat terhenti. “Saya melihat beberapa hari ini ada kegiatan,” tuturnya, kepada progresifjaya.id, Rabu (7/9/2022).

Sementara itu, informasi dari sejumlah pekerja membenarkan ada kegiatan dan aktifitas pengerjaan. “ Kami bekerja di proyek ini baru 4 hari (Red-Rabu). Kami hanya melanjutkan, dan dikasih waktu sampai 15-20 September untuk melakukan pekerjaan finishing dibagian tertentu. Untuk pengerjaan lain kami gk tahu juga. Kami juga akan melakukan penanaman rumput dibeberapa titik saja,” ungkap salah seorang pekerja, kepada progresifjaya.id, Rabu (7/9/2022).

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru