Saturday, May 25, 2024
BerandaBerita UtamaKejar Target Picu Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Cikampek, Supir Kemudikan...

Kejar Target Picu Kecelakaan Maut di KM 58 Tol Cikampek, Supir Kemudikan Gran Max Selama 4 Hari

progresifjaya.id, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memberikan penilaiannya terhadap penyebab kecelakaan maut yang terjadi di Tol Jakarta – Cikampek atau Japek Km 58.

Menurut KNKT, sopir GranMax mobil travel tak resmi itu kecelakaan lantaran dipicu rasa kelelahan yang tinggi usai bekerja melebihi batas waktu.

Karena kurangnya waktu istirahat, sopir GranMax mengalami penurunan konsentrasi yang mana pada akhirnya mengalami kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam siaran persnya dikutip Jumat, 12 April 2024.

“Jika kita mengemudi dalam keadaan kurang istirahat maka konsentrasi pengemudi akan berkurang dalam mengemudikan kendaraannya,” ucap Soerjanto.

“Dalam situasi seperti ini pengemudi akan sangat mudah mengalami micro sleep,” tuturnya menambahkan.

Dari hasil penyidikan terbongkar sudah bahwa sopir GranxMax mobil travel tak resmi itu dalam perjalanan penjemputan penumpang dari Ciamis pada Jumat, 5 April 2024 sekitar pukul 19.30 WIB.

Dan Sopir GranMax beserta penumpang berangkat lagi dari arah Jakarta pada siang hari untuk mengantar penumpang ke Ciamis plus menjemput pada Sabtu, 6 April 2024.

Seakan tanpa lelah, sopir GranMax travel tak resmi itu kembali berangkat dari Ciamis menuju Jakarta pagi hari untuk mengantar penumpang pada Minggu, 7 April 2024.

Sempat beristirahat sebentar pada siang harinya, lalu sopir GranMax travel tak resmi itu berangkat ke Ciamis lagi untuk mengantar penumpang pada sore harinya.

Lanjut sopir GranMax berangkat ke Jakarta untuk melakukan penjemputan pada malam hari hingga tiba pukul 00.00 WIB.

Jeda dua jam atau pada pukul 02.00 WIB, Sopir GranMax kembali berangkat ke Depok untuk menjemput penumpang.

Sopir GranMax juga menjemput penumpang ke Cilebut pada pukul 03.30 WIB dan berangkat penjemputan juga ke Bekasi sekitar pukul 05.30 WIB.

Jadi sebenarnya sopir yang mengemudikan mobil GranMax itu selama 4 hari bolak-balik antar dan jemput penumpang sampai akhirnya tak menghiraukan rasa lelahnya.

Hingga pada akhirnya Sopir GranMax travel berangkat membawa 11 penumpang ke Ciamis sekitar pukul 06.00 WIB.

Akan tetapi nasib nahas mendatangi mobil GranMax itu setelah bertabrakan dengan bus Primajasa di KM 58+ 600 arah Jakarta ruas tol Jakarta-Cikampek sekira pukul 07.04 WIB.

Penumpang yang ada di dalam mobil travel tersebut juga terbilang sudah melebihi batas maksimal.

“Harusnya maksimal kapasitas 9 penumpang, belum lagi ditambah dengan barang bawaannya. jadi kendaraan tidak stabil,” ungkap Soerjanto.

Himbauan dilayangkan pihak KNKT bahwasannya apabila ingin mengemudi kendaraan mobil, motor, atau apapun diwajibkan dalam keadaan fit tanpa rasa kantuk serta mengetahui batas maksimal penumpang plus barang bawaannya.

“Jujurlah pada diri sendiri jika telah lelah beristirahatlah sebelum melanjutkan perjalanan.” tegas Soerjanto. (Red)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru