Minggu, Februari 25, 2024
BerandaMegapolitanKelambatan Akibat Longsoran dan Perubahan Pola Operasi Masih Terjadi, KAI Daop 1...

Kelambatan Akibat Longsoran dan Perubahan Pola Operasi Masih Terjadi, KAI Daop 1 Sampaikan Permohonan Maaf

progresifjaya.id, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta meminta maaf atas keterlambatan yang masih terjadi akibat longsor yang menutupi rel antara Stasiun Karanggandul – Stasiun Karangsari di wilayah Daop 5 Purwokerto pada hari Senin (04/12) dini hari.

Manajer humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, jalur hilir telah dibebaskan dari material longsor.

“Jalur hilir telah dibebaskan dari material longsoran pada pukul 03.41 WIB dinyatakan bisa dilewati dengan kecepatan terbatas, dan pada saat itu juga KA Ranggajati sebagai KA yang pertama melewati jalur tersebut,” ujar Ixfan dalam pernyataan resminya, Selasa (05/12).

Lanjut Ixfan, untuk jalur hulu masih belum bisa dilalui KA dikarenakan masih tertutup longsor dan sedang dalam proses evakuasi tim terkait.

“Sedangkan untuk jalur hulu di titik yang sama belum dapat dilalui karena masih dalam proses evakuasi,” kata Ixfan.

Ixfan menjelaskan untuk saat ini hanya 1 jalur KA yang sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas dan bergantian.

“Operasional perjalanan KA sementara waktu menggunakan satu jalur (jalur hilir) dan untuk beberapa KA yg akan melintas di petak jalan antara Stasiun Karanggandul – Stasiun Karangsari harus bergantian sampai dengan kedua jalur kembali normal,” jelas Ixfan

Ixfan menambahkan, terdapat beberapa KA Jarak Jauh (KAJJ) yang berangkat dan datang menuju Jakarta mengalami kelambatan.

Kelambatan kedatangan KA Jarak Jauh tiba di Daop 1 jakarta (KA ganjil), akibat rinja di Daop 5 dan perubahan pola operasi sampai dengan pukul 06.00 sebagai berikut:

1. KA 135 (Bogowonto) relasi Lempuyangan – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 00.40 lambat 388 menit;
2. KA 17 (Argo Semeru) relasi Surabaya Gubeng – Gambir, datang Stasiun Gambir 01.25 lambat 345 menit;
3. KA 71 (Purwojaya) relasi Cilacap – Gambir, datang Stasiun Gambir 02.50 lambat 368 menit;
4. KA 247 (Progo) relasi Lempuyangan – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 02.08 lambat 303 menit;
5. KA 139 (Senja Utama Yogja) relasi Yogyakarta – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 04.55 lambat 232 menit;
6. KA 105 (Gayabaru Malam) relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 02.00 lambat 37 menit;
7. KA 107 (Jayabaya) relasi Surabaya PasarTuri – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 02.17 lambat 39 menit;
8. KA 129 (Gumarang) relasi Surabaya PasarTuri – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 02.25 lambat 11 menit;
9. KA 217 (Jayakarta) relasi Surabaya Gubeng – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 04.38 lambat 117 menit;
10. KA 255 (Serayu) relasi Kroya – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 04.33 lambat 26 menit;
11. KA 151 (Tawangjaya Premium) relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Pasar Senen, datang Stasiun Pasar Senen 04.52 lambat 35 menit;
12. KA 3 (Argo Bromo Anggrek) relasi Surabaya PasarTuri – Gambir, datang Stasiun Gambir 05.35 lambat 15 menit;
13. KA 77F (Pandalungan) relasi Surabaya PasarTuri – Gambir, datang Stasiun Gambir 05.12 lambat 27 menit;

Sedangkan Kelambatan keberangkatan KA jarak Jauh dari Daop 1 (KA Genap) akibat rinja di Daop 5 purwokerto dan perubahan pola operasi sampai dengan pukul 06.00 sebagai berikut:

1. KA 72 (Purwojaya) relasi Gambir – Kroya, berangkat Stasiun Gambir 03.05 lambat 355 menit;
2. KA 136 (Bogowonto) relasi Pasar Senen – Lempuyangan, berangkat Stasiun Pasar Senen 0.00 lambat 135 menit;
3. KA 248 (Progo) relasi Pasar Senen – Lempuyangan, berangkat Stasiun Pasar Senen 23.20 lambat 20 menit.

Atas nama KAI Daop 1 Jakarta, kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan KA, karena dampak kejadian tersebut mengakibatkan gangguan pelayanan dan kenyamanan.

“Untuk informasi lebih lanjut mengenai perjalanan kereta api dan layanan KAI dapat menghubungi Contact Center 121 dan social media KAI 121,” pungkasnya. (Ndy/Dede)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru