Thursday, June 13, 2024
BerandaBerita UtamaKetua F-PDI P DKI Jakarta: Komunikasi Publik Pj Gubernur Belum Maksimal

Ketua F-PDI P DKI Jakarta: Komunikasi Publik Pj Gubernur Belum Maksimal

progresifjaya.id,  JAKARTA – Setahun kepemimpinan Heru Budi Hartono sebagai Pj (Penjabat) Gubernur DKI Jakarta masalah komunikasi publiknya masih belum maksimal.

Hal ini diungkapan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono dalam mengevaluasi kinerja Heru Budi Hartono menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta selama satu tahun terakhir. “Pertama (evaluasinya itu) komunikasi publik pak Heru kurang baik. Masih sama. Maka, ini perlu diperbaiki,” tuturnya, Senin (9/10/2023).

Menurutnya, komunikasi seorang pemimpin yang baik sangat diperlukan, meski beliau (Pak Heru) merupakan orang birokrat, karena beliau akan memberikan arahan kepada anak buahnya setiap kebijakan dan program yang sudah atau akan dijalankan. “Jika komunikasi tercipta dengan baik, eksekusi bisa berjalan dengan baik. Namun sebaliknya, akibat dari komunikasi kurang baik yang terjadi malah tersendat,” tutur, Gembong.

Di sisi lain, Gembong menduga, itu semua tak lepas dari karakternya (Pak Heru Budi), untuk itu diharapkan adanya peran Dinas Kominfo DKI Jakarta untuk selalu membackup atau mendampingi beliau dalam setiap menyampaikan arahan atau pesan lainnya.

“Kominfo selalu saya sampaikan, harus (backup). Pemberitaan tentang Jakarta bersumber dari kominfo. tapi ini kan belum terjadi, harusnya Jakarta bisa dibedah secara utuh,” kata Gembong. “Apa persoalan Jakarta, misal berita apa yang paling seksi di Jakarta. tapi kan belum sampai sekarang?” kata Gembong.

Sementara itu, Gembong awalnya memuji sejumlah program yang berhasil dilaksanakan di masa kepemimpinan Heru Budi. Salah satunya proyek Sodetan Ciliwung.

“Secara kacamata dirasakan rakyat Jakarta contoh Sodetan Ciliwung yang selama 5 tahun tidak disentuh gub terdahulu. Penghijauan berjalan. Ini hal positif. Kita nggak bisa lihat semua kejelekan. Hal positif harus disampaikan publik Jakarta,” ucap Gembong kepada wartawan, Senin (9/10/2023).

Gembong juga memuji langkah Pemprov DKI membenahi data warga miskin. Dia mengatakan hal itu merupakan upaya yang baik.

“Kemudian pembenahan data-data warga miskin Jakarta. walaupun sekarang terjadi polemik, tapi pendataan mesti dievaluasi secara baik,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Pasca jabatan Gubernur Anies R Baswedan berakhir, Heru Budi Hartono dilantik sebagai Pj Gubernur DKI oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada 17 Oktober 2022.

Setahun sudah Heru Budi menduduki jabatan strategis ini. Tepatnya, pada 29 September 2023 lalu, ia telah menjalani evaluasi satu tahun kinerjanya dalam memimpin Ibukota, namun hingga 9 Oktober 2023 belum ada tanda-tanda siapa Pj Gubernur DKI Jakarta selanjutnya, apakah Heru diperpanjang…..???

Penulis/Editor: Asep Sofyan Afandi

 

 

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru