Monday, July 15, 2024
BerandaBerita UtamaKPK Geledah Kantor Kemensos Terkait Dugaan Korupsi Penyaluran Bansos Beras Tahun 2020

KPK Geledah Kantor Kemensos Terkait Dugaan Korupsi Penyaluran Bansos Beras Tahun 2020

progresifjaya.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Selasa (23/5). Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti terkait kasus dugaan korupsi bansos beras.

“Dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial berupa beras untuk Program Keluarga Harapan Tahun 2020-2021 di Kementerian Sosial,” ujar Ali di Jakarta, Selasa (23/5) dikutip dari Antara.

Meski demikian, ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut penggeledahan tersebut. Ini karena proses hukum yang dilakukan masih berjalan.

“Kami akan sampaikan setelah seluruh proses dilakukan tim penyidik KPK,” katanya.

Kemensos sebelumnya pernah tersangkut masalah korupsi bansos. Pada 2021, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara karena terbukti menerima suap bansos wilayah Jabodetabek.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengatakan Juliari Batubara terbukti menerima suap senilai Rp 32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bantuan sosial sembako COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

Sebelum Risma Menjabat

Sementara itu, Stafsus Menteri Sosial (Mensos) bidang Komunikasi dan Media Massa, Don Rozano Sigit Prakoeswa menerangkan, penyidik KPK yang datang ke Kementerian Sosial mulai jam 10.00 -18.00 WIB, terkait dengan pekerjaan penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020.

Karena kasus yang diusut tahun 2020, dia menegaskan, penggeledahan yang dilakukan KPK tidak terkait dengan Mensos Tri Rismaharini. Sebab kasus yang diusut merupakan kasus sebelum Risma menjabat, akhir Desember 2022.

“Itu kan sudah dijelaskan ibu di bulan Maret (kasusnya), dan tadi itu sudah dari berita acara yang kami baca yang ditandatangani para pihak itu untuk menjelaskan bansos beras untuk KPM PKH tahun 2020,” ujarnya di Kantor Kemensos, Selasa (23/5).

Bahkan, dia menyebut kalau penggeledahan yang dilakukan KPK hari ini telah diketahui oleh Risma. Mulai dari awal penggeledahan para penyidik KPK yang sempat memberitahu sampai dengan selesai.

“Tadi jam 18.00 WIB kira-kira mereka dari teman-teman dari KPK pamit ke Bu Menteri juga menyampaikan terima kasih atas sikap kooperatif. Kami terhadap proses yang dilakukan mereka, aktivitas yang dilakukan pada hari ini,” tuturnya.

Adapun lokasi yang digeledah KPK yakni ruangan Sesditjen Dayasos atau Ditjen Dayasos. Dimana, penyidik turut meminta sejumlah dokumen kepada Kemensos terkait penyaluran bansos yang terjadi pada 2020.

“(Yang dibawa penyidik) Apa aja yang diminta KPK, dokumen dan apa aja yang diminta KPK. Rasanya ada notebook. Ya kita kooperatif aja. Jadi yang dipakai tahun itu, pasti KPK tahu juga mekanisme soal ini notebook tahun berapa,” kata Rozano.

Selain adanya sejumlah dokumen san barang bukti yang dibawa, Rozano membenarkan ada pihak pegawai yang diperiksa namun tidak sampai diamankan penyidik KPK.

“Enggak ada (tidak ada yang diamankan), kan tersangkanya masih satu. Jadi ya tidak ada yang dibawa, orang dan tadi semua berjalan dengan lancar. Jam 10.00 WIB datang, bertemu ibu dan baliknya pamitan untuk berterima kasih atas kooperatif yang kita lakukan,” bebernya. (Ndy/Antara)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru