Monday, July 22, 2024
BerandaEkonomi & BisnisLahan Sawah Tertimbun Lumpur Terancam Gagal Panen: Petani Tuntut Ganti Rugi ke...

Lahan Sawah Tertimbun Lumpur Terancam Gagal Panen: Petani Tuntut Ganti Rugi ke Pihak Perusahaan

progresifjaya.id, LEBAK – Persawahan warga Kampung Nyungcung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuntut ganti rugi kepada PT. Batara Karya. Tuntutan tersebut lantaran sembilan lokasi persawahan milik warga Kampung Nyungcung tertimbun atau terugug lumpur dampak dari pembangunan kawasan industri yang dikerjakan oleh pihak kontraktor PT. Batara Karya.

Persawahan yang timbun lumpur itu dimiliki sembilan pemilik diantaranya sawah milik Sarman, Subari, Sakar, Dayat, Samsiah, Samsuri, Bayi, Satiri dan Iryad. Persawahan itu tertimbun tanah akibat alat berat untuk perataan lahan yang jumlahnya hektaran. Dampaknya, para petani itu terancam gagal panen.

Warga mengeluh dengan kerusakan sawah miliknya dan sudah melapor kepada pihak BPD, Karang Taruna dan pemerintah desa (pemdes). Tujuannya agar segera melaporkan kepada pihak perusahaan.

BPD dan Karang Taruna Desa Sukamanah pun berupaya melaporkan secara langsung kepada pihak PT. Tri Megah Adi Arta untuk meminta ganti rugi tanaman padi yang baru saja ditanam tetapi kemudian tertimbun lumpur yang mengakibatkan para petani gagal panen.

Namun sangat disayangkan, sampai saat ini, belum ada tanggapan dari pihak para pelaku usaha khususnya para pelaksana dari PT. Tri Megah Adi Arta.

Masyarakat yang sawahnya tertimbun atau terurug tanah berharap pada pihak pelaku usaha agar dapat mempertanggungjawabkanya. Para petani yang sawahnya tertimbun lumpur mengkhatirkan akan berdampak gagal panen.

Sarman, salah satu pemilik sawah mengatakan, sawahnya tertimbun tanah tersebut berasal dari pembangunan di sekitar lahan yang luasnya mencapai hektaran.

“Kami sebagai petani pemilik lahan pesawahan tidak mau sama-sama dirugikan maka pihak perusahaan kami tuntut ganti rugi,” tandas Sarman.

Penulis: R. Rencong

Editor: Asep Sofyan Afandi

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru