Friday, July 19, 2024
BerandaKesehatanLamandau Menjadi Percontohan Nasional, Apresiasi Pj Bupati di Acara Rembuk Stunting 2024

Lamandau Menjadi Percontohan Nasional, Apresiasi Pj Bupati di Acara Rembuk Stunting 2024

progresifjaya.id, NANGA BULIK – Penjabat (Pj) Bupati Lamandau, Dr. Dra. Lilis Suriani, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam acara Rembuk Stunting dan penilaian kinerja 8 aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S). Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng) dinobatkan sebagai nominasi Kabupaten Tereplikatif, menjadikannya contoh bagi kabupaten lain dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pada malam penghargaan dalam bidang pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana), Kabupaten Lamandau meraih penghargaan sebagai daerah dengan percepatan penurunan stunting tertinggi di tingkat nasional berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023.

“Saya berharap kita dapat lebih fokus lagi dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Lamandau,” ujar Dr. Lilis di Aula Bappedalitbang, Kamis (4/7/2024).

Rembuk Stunting merupakan forum yang membangun komitmen untuk percepatan penurunan stunting secara terintegrasi, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, berdasarkan analisis capaian berbagai program percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Kekurangan gizi tidak hanya menghambat pertumbuhan, tetapi juga kecerdasan, memicu penyakit, dan menurunkan produktifitas.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Kabupaten Lamandau turun sebesar 12,3 persen, dari 25,5 persen pada 2022 menjadi 13,2 persen di 2023. Capaian ini berada di bawah target nasional yaitu 14 persen, berkat kolaborasi, sinergitas, dan konvergensi yang kuat dari semua pihak.

Dalam forum ini, Dr. Lilis kembali mengingatkan pentingnya pelaksanaan 10 intervensi serentak pencegahan stunting:

1. Memastikan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita di wilayah kerja;

2. Memastikan seluruh calon pengantin mendapat pendampingan serta kehadiran ibu hamil dan balita ke Posyandu;

3. Memastikan ketersediaan alat Antropometri terstandar di seluruh Posyandu;

4. Memastikan seluruh kader Posyandu terampil dalam pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk ibu hamil dan balita;

5. Memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar;

6. Memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi;

7. Memastikan edukasi ibu hamil dan balita di Posyandu;

8. Memastikan pencatatan hasil penimbangan, pengukuran, dan intervensi ke dalam sistem Informasi E-PPGM di hari yang sama;

9. Memastikan monitoring dan evaluasi pelaksanaan intervensi serentak;

10. Memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak, termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan;

Melalui pelaksanaan langkah-langkah ini, Kabupaten Lamandau terus berupaya menurunkan angka stunting dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (Firman Muliadi)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru