Sabtu, April 13, 2024
BerandaHukum & KriminalMajelis Hakim Peringatkan Tergugat Polda Simbolon untuk Mengajukan Bukti-bukti

Majelis Hakim Peringatkan Tergugat Polda Simbolon untuk Mengajukan Bukti-bukti

progresijaya.id, JAKARTA – Sidang Perkara Niaga Nomor: 55/Pdt.Sus.HKI/merek/2023 /PN.Niaga. Jkt. Pst, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/6), masih bergulir dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti. Pada persidangan di lantai III Ruang Ali Said, majelis hakim yang diketuai Made Dewa Ketut, SH, MHum., memperingatkan Polda Simbolon, SH., (pihak Tergugat) untuk segera menyerahkan atau memperlihatkan bukti-bukti pada persidangan berikutnya.

Peringatan majelis hakim kepada pihak tergugat agar segera menyerahkan bukti- bukti sempat dipertanyakan oleh kuasa hukum Penggugat kepada majelis hakim.

“Untuk persidangan selanjutnya pihak tergugat agar mengajukan bukti-bukti, ” kata Dewa, ketua majelis hakim dalam persidangan.

“Majelis, bukannya pihak tergugat telah dikasih waktu dua pertemuan persidangan untuk mengajukan bukti-bukti,” kata Bagus Lestanto, SH., LLM., koordinator kuasa hukum Nature Republic Co., Ltd.

“Kita kasih kesempatan sekali lagi pada persidangan mendatang kepada tergugat untuk mengajukan bukti-bukti,” ujar Dewa, sebelum menutup persidangan.

Seperti diketahui, perusahaan Nature Republic Co., Ltd., yang berdomisili di 534, Taheran-ro, Gangnam-gu, Seoul, Republik of Korea, melalui kuasa hukumnya dari “SKC Law” mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran merek NATURE REPUBLIC kelas 35 dibawah Daftar No. IDM001051008.

Gugatan pembatalan pendaftaran merek, berdasarkan ketentuan pasal 76 Undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor: 20 Tahun 2016, tentang Merek dan Indikasi Geografis ditujukan kepada

1 Polda Simbolon (Tergugat) pemilik pendaftaran merek NATURE REPUBLIC kelas 35 di bawah daftar No. IDM00151008

2 Pemerintah RI cq. Kementrian Hukum dan Gak Asasi Manusia RI cq, Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual cq Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. (Turut Tergugat).

Gugatan pembatalan merek yang diajukan penggugat sebagaimana didasarkan pada ketentuan pasal 76 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No. 20 Tahun 2016 tentang Merek.

Dalam gugatan pembatalan merek yang diajukan penggugat, menyatakan bahwa merek tergugat harus ditolak, sebagaimana diatur dalam ketentuan- ketentuan pasal 21 ayat (1) huruf (a) (b) dan (c), ayat (2) huruf (a) dan ayat (3) UU RI No: 20 Tahun 2016 tentang Merek.

Penggugat pemilik yang sah dari Perusahaan Nature Republic Co., Ltd, yang didirikan pada tahun 2009 di Republik Korea. Perusahaan yang bergerak dalam produk-produk  kosmetik, kecantikan dan perawatan tubuh tersebut, sejak tahun 2010 terus mengembangkan usahanya secara Internasional dan telah terdaftar di berbagai negara di belahan Dunia.

Hak penggugat atas merek Nature Republic telah berupaya guna mendapatkan perlindungan hukum atas merek-merek Nature Republik dengan mengajukan berbagai pendaftaran merek dan variasinya di berbagai kelas, termasuk di kelas 3, 5 dan 35 di setiap negara, termasuk negara asalnya Republik Korea dan di Indonesia.

Di Indonesia merek Nature Republik di bawah daftar No. IDM000259056 di kelas 3 milik penggugat telah mendapatkan perlindungan hukum sejak diajukannya tanggal 9 Oktober 2008 atau 14 tahun yang lalu, sebelum merek tergugat mengajukan permohonannya di Indonesia.

Dan tanpa sepengetahuan dan izin dari penggugat sebagai pemilik hak eksklusif atas merek Nature Republik dan variasinya. Pihak tergugat telah mengajukan dua (2) permohonan pendaftaran merek Nature Republik yakni:

1 Nature Republik dibawah agenda No: DID 2022 043011 di kelas 5, diterima tanggal 20 Juni 2022, telah ditolak permohonannya oleh turut tergugat dengan dasar pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan paslal 31 ayat (3) UU Merek.

2 Nature Republik dibawah agenda No: JID 2022 029980 di kelas 35 diterima tanggal 9 Juni 2022.

Atas diterima pendaftaran merek pada tanggal 20 Januari 2023 tersebut, menjadi objek gugatan pembatalan merek yang diajukan penggugat. (AT)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru