Thursday, April 25, 2024
BerandaTNI/PolriMemalukan dan Bikin Geram: Ambulans Malah Angkut Kambing Bukan Pasien

Memalukan dan Bikin Geram: Ambulans Malah Angkut Kambing Bukan Pasien

progresifjaya.id, LUMAJANG – Memalukan dan bikin geram. Sebuah ambulans desa disalahgunakan untuk mengangkut dua ekor kambing pada Jumat (26/6). Videonya diunggah oleh netizen ke media sosial. Dalam unggahan yang berdurasi beberapa detik itu diketahui bahwa ambulans desa itu milik Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. 

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku akan segera menindak tegas kasus tersebut.

“Ambulans desa yang digunakan untuk mengangkut kambing sementara ditarik dulu dan kepala desa akan diperiksa inspektorat,” kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam pesan singkatnya.

“Nanti camat harus melakukan pembinaan, agar tidak terulang kembali kejadian yang memalukan tersebut,” tuturnya.

Wabup Lumajang juga menanggapi beredarnya foto salah satu mobil ambulans desa yang digunakan untuk membawa kambing di media sosialnya. Wabup yang akrab disapa Bunda Indah itu merasa geram atas perilaku yang sudah mencoreng etika birokrasi tersebut.

“Hari ini beredar foto ambulans desa membawa kambing, perilaku berpemerintahan yang menyimpang dan mencoreng etika. Peringatan untuk seluruh kepala desa agar tidak melakukan hal-hal seperti ini,” tulis Bunda Indah dalam akun media sosial pribadinya.

Ia menilai perilaku tersebut sudah tidak sesuai dengan jalannya pemerintahan dan menegaskan bahwa pemerintah sejatinya adalah pelayanan masyarakat, sehingga dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik.

“Sesuai dengan visi misi bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, saya akan terus melakukan upaya perbaikan pelayanan melalui reformasi birokrasi,” katanya. 

Ia menjelaskan, pemberian mobil ambulans di setiap desa merupakan program satu desa satu ambulans untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan kesehatan yang digagas mantan Bupati Sjahrazad Masdar. 

“Program itu pernah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI, sehingga seharusnya dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sumber: Antara

Editor: Asep Sofyan

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru