Thursday, April 25, 2024
BerandaHukum & KriminalMembayangkan Presiden Terpilih Ikuti Jejak Eks Presiden Georgia yang Berani Pecat 30...

Membayangkan Presiden Terpilih Ikuti Jejak Eks Presiden Georgia yang Berani Pecat 30 Ribu Polisi Korup

progresifjaya.id, JAKARTA – Bisa tidak membayangkan Presiden Republik Indonesia terpilih pada pemilu tahun depan untuk membersihkan tubuh instansi hukum dengan memecat para pelaku korup. Bukan hanya polisi tetapi juga jaksa dan hakim.

Seperti di negara Georgia. Presiden terpilih dari negara pecahan Uni Soviet ini berani memecat 30 ribu polisi korup. Negara Georgia terletak di Eropa Timur, berbatasan dengan Rusia di sebelah utara serta Turki di sebelah barat daya, Armenia di sebelah selatan.

Adalah Presiden Mikheil Saakashvili yang terpilih pada Januari 2004. Dikutip dari berbagai sumber, sang presiden yang lahir pada 1967 itu segera melakukan reformasi di semua bidang.

Bukan apa-apa, negara berpenduduk sekitar 5 juta jiwa itu memiliki musuh terbesar yakni korupsi. Presiden ketiga Gerogia pun melakukan tindakan tegas, di lingkungan bisnis dia melabrak segala pungutan liar di negeri itu.

Bahkan Bank Dunia menyebut, kebijakan Saakashvili ini sukses mengurangi korupsi. Sang presiden yang berkuasa hingga 2013 itu memang melakukan reformasi besar-besaran.

Presiden Georgia Mikheil Saakashvili menargetkan korupsi di tahun pertamanya menjabat. Selain urusan di bidang bisnis, hal lainnya yakni mereformasi lembaga kepolisian. Yang paling terkenal kebijakannya hingga dibahas media asing itu yakni dia berani memecat 30 ribu polisi lalu lintas.

Awalnya, memang Saakashvili memberikan kenaikan gaji besar kepada para aparat kepolisian. Gaji mereka tak kurang dinaikan hingga 20 kali lipat. Jika diasumsikan gajinya Rp 5 juta jika dinaikkan 20 kali lipat akan menjadi Rp 100 juta. Tapi rupanya, upaya itu tak sukses meredam korupsi.

Dia pun mengambil tindakan tegas. 30 ribu polisi dia rumahkan. Kemudian dia merekrut tenaga baru yang segar. Mereka diberi gaji besar, dengan syarat tidak korupsi.
Apa yang dilakukan Saakashvili sukses. Warga Georgia yang semula enggan berurusan dengan polisi untuk urusan kecil pun kini kembali ke polisi. Bahkan sekedar urusan anjing atau kunci hilang, mereka mengadu ke polisi. Dan para petugas polisi itu pun dengan ramah melayani.

Mumpung mau Pilpres, di antara kandidat jika punya komitmen akan memecat polisi korup, patut dipilih. Bukan hanya polisi, tapi juga jaksa, dan hakim bila terbukti korupsi.

Memang banyak aparat hukum yang dipecat, tapi korupsi tetap saja merajalela. KPK yang dibiayai cukup mahal untuk memberantas korupsi, tetap belum terlihat hasil yang diharapkan publik.

OTT sebagai senjata andalan KPK, tetap tidak menakutkan kepala daerah. Okelah, polisinya tidak korupsi, bagaimana dengan jaksanya dan hakimnya plus pengacara. Jika mau bersih, semua lembaga hukum harus bersih juga.

Satu lagi jurus pemerintah, mengajukan UU perampasan aset. Koruptor mau dimiskinkan. Cuma, penerapannya nanti kadang jauh dari harapan. Muncul lagi istilah, “Hukum itu tumpul ke atas, tajam ke bawah.” (Red/dari berbagai sumber)

Artikel Terkait

Berita Populer

komentar terbaru